Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Tanker Menumpuk di Teluk Persia, Selat Hormuz Nyaris Lumpuh di Tengah Konflik

iran perketat jalur energi dunia: kapal yang melintas di selat hormuz kini wajib lapor ke angkatan laut
Selat Hormuz. (Ilustrasi | Ist)

Teheran, Sinata.id – Ketegangan militer di kawasan Timur Tengah mulai melumpuhkan salah satu jalur energi terpenting di dunia. Di perairan sekitar Selat Hormuz, kapal-kapal tanker minyak kini terlihat menumpuk, menunggu situasi keamanan membaik sebelum berani melintas.

Informasi dihimpun Selasa (10/3/2026), data pelacakan kapal menunjukkan jumlah tanker yang berkumpul di sekitar Teluk Persia terus bertambah dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memperburuk gangguan lalu lintas di jalur pelayaran strategis yang menjadi pintu utama ekspor energi dari Timur Tengah ke pasar global.

Advertisement

Situasi tersebut muncul setelah serangkaian serangan terhadap kapal komersial di sekitar kawasan Teluk Oman dan pintu masuk Selat Hormuz. Beberapa kapal dilaporkan menjadi sasaran rudal dan drone, memicu kepanikan di kalangan operator pelayaran internasional.

Baca Juga  Minyak Rusia Tetap Diskon Besar di Tengah Ancaman Perang Global

Baca Juga: Harga Minyak Global Tergelincir, CPO Ikut Terseret Turun di Bursa Komoditas

Akibatnya, banyak kapal tanker memilih berhenti di perairan Teluk Persia atau bahkan memutar haluan sebelum memasuki selat tersebut. Sebagian lainnya mematikan sinyal pelacakan kapal untuk mengurangi risiko menjadi target serangan.

Penurunan lalu lintas terlihat sangat tajam. Data dari platform pemantauan pelayaran menunjukkan hanya empat tanker besar yang melintas di Selat Hormuz pada awal Maret, padahal sehari sebelumnya jumlahnya mencapai 22 kapal.

Pusat Informasi Maritim Gabungan atau Joint Maritime Information Center (JMIC) bahkan menaikkan status keamanan pelayaran di kawasan tersebut ke level “kritis”, level tertinggi dalam sistem peringatan mereka. Langkah itu diambil setelah konfirmasi adanya serangan terhadap sejumlah kapal komersial di wilayah perairan sekitar Teluk.

Baca Juga  Di Tengah Ancaman Serangan, Tanker Minyak Ini Berani Tembus Selat Hormuz Menuju Pakistan

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi perdagangan energi global. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia yang diangkut lewat laut melewati selat sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut. Gangguan di jalur ini langsung memicu kekhawatiran pasar energi internasional.

Tidak hanya minyak mentah, jalur ini juga menjadi rute utama pengiriman gas alam cair (LNG), terutama dari Qatar yang merupakan salah satu eksportir terbesar di dunia. Jika gangguan berlangsung lama, rantai pasok energi global berpotensi terguncang.

Para analis memperingatkan, penumpukan kapal tanker di Teluk Persia bisa menimbulkan dampak berantai. Negara produsen energi dapat menghadapi keterbatasan ruang penyimpanan jika ekspor terhambat terlalu lama, sementara negara importir harus bersiap menghadapi lonjakan harga energi.

Baca Juga  Inggris Tuduh Rusia Racuni Alexei Navalny dengan Racun Langka

Dengan meningkatnya jumlah kapal yang menunggu di luar Selat Hormuz, pasar energi kini menatap kawasan tersebut dengan penuh ketegangan. Bagi industri minyak global, apa yang terjadi di jalur sempit itu bukan sekadar gangguan pelayaran—melainkan potensi krisis energi berskala dunia. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini