Jakarta, Sinata.id — Ketegangan militer di kawasan Teluk Persia belum sepenuhnya menghentikan arus perdagangan minyak dunia. Di tengah ancaman serangan dan gangguan keamanan di Selat Hormuz, satu kapal tanker yang membawa minyak mentah dilaporkan berhasil melewati jalur strategis tersebut dan kini berlayar menuju Pakistan.
Data pelacakan kapal menunjukkan tanker bernama Karachi yang dikendalikan oleh National Shipping Corporation Pakistan berhasil melintasi Selat Hormuz pada Minggu (15/3/2026). Kapal itu kemudian terdeteksi berada di perairan dekat Sohar, Oman, pada Senin pagi.
Keberhasilan kapal tersebut menembus jalur yang sedang diliputi ketegangan ini menjadikannya salah satu dari sedikit kapal tanker yang berani keluar dari Teluk Persia sejak konflik terbaru antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memicu eskalasi keamanan di kawasan tersebut.
Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling vital bagi perdagangan energi global. Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu menjadi pintu keluar utama bagi minyak dari negara-negara produsen Timur Tengah menuju pasar internasional.
Namun sejak konflik di kawasan tersebut memanas, aktivitas pelayaran di Hormuz mengalami gangguan besar. Banyak operator kapal memilih menunda perjalanan karena risiko serangan terhadap kapal tanker meningkat drastis.
Beberapa insiden bahkan dilaporkan terjadi hanya dalam satu hari, termasuk serangan terhadap kapal di Teluk Persia yang membuat perusahaan pelayaran semakin berhati-hati melewati jalur tersebut.
Perjalanan tanker Karachi disebut berlangsung penuh risiko. Kapal tersebut merupakan tanker tipe Aframax, kategori kapal pengangkut minyak dengan kapasitas menengah yang sering digunakan untuk pengiriman regional.
Meski berhasil melewati Hormuz, pihak perusahaan pelayaran maupun Kementerian Perminyakan Pakistan belum memberikan komentar resmi mengenai pengiriman tersebut.
Pergerakan kapal ini menjadi sorotan para pelaku pasar energi global. Setiap kapal yang berhasil keluar dari Teluk Persia kini dipantau secara ketat oleh trader dan analis karena menjadi indikator penting apakah jalur energi dunia mulai kembali berfungsi atau masih berada dalam kondisi krisis. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini