London, Sinata.id — Rekaman video yang memperlihatkan interaksi tegang antara personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan sejumlah jurnalis asing mendadak menyita perhatian publik internasional. Peristiwa itu terjadi saat pengamanan Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian kunjungan kenegaraan di London, Inggris.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, seorang anggota Paspampres tampak menghampiri wartawan yang sedang merekam aktivitas rombongan presiden. Personel tersebut meminta agar perekaman dihentikan dan jurnalis menjauh dari jalur yang telah disterilkan demi kepentingan pengamanan.
Namun, permintaan itu langsung mendapat penolakan. Seorang jurnalis Inggris terdengar menyampaikan keberatan dengan nada tinggi, menegaskan bahwa lokasi tersebut merupakan ruang publik dan aktivitas jurnalistik dilindungi hukum setempat. Adu argumen singkat pun tak terhindarkan dan menjadi sorotan setelah videonya viral.
Insiden ini memantik diskusi luas di ruang publik, terutama terkait perbedaan pendekatan antara protokol keamanan kepala negara dan prinsip kebebasan pers yang berlaku di Inggris. Di satu sisi, pengamanan presiden menuntut sterilisasi area tertentu. Di sisi lain, jurnalis asing berpegang pada hak peliputan di ruang publik.
Rekaman tersebut menyebar cepat di berbagai platform digital, memicu beragam reaksi warganet—mulai dari pembelaan terhadap tugas pengamanan negara hingga dukungan terhadap kebebasan media internasional.
Klarifikasi Resmi Paspampres
Menanggapi ramainya perbincangan publik, pihak Paspampres akhirnya memberikan penjelasan. Asisten Intelijen Komandan Paspampres, Kolonel Infanteri Mulyo Junaidi, menyatakan bahwa personel yang terekam dalam video tersebut telah menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur.
“Setelah dilakukan penelusuran dan evaluasi, dapat kami sampaikan bahwa anggota Paspampres tersebut bertindak sesuai SOP pengamanan kepala negara,” ujar Mulyo, dikutip Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, langkah yang diambil bersifat preventif dan bertujuan memastikan keselamatan presiden selama agenda berlangsung. Menurutnya, anggota tersebut juga tetap bersikap tenang meski mendapat respons keras dari awak media.
“Anggota kami tidak melakukan tindakan berlebihan dan tetap menjaga sikap profesional di lapangan,” tambahnya. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini