Madrid, Spanyol – Otoritas kesehatan Catalonia, Spanyol, melaporkan dugaan kasus penularan virus flu babi varian A(H1N1)v dari manusia ke manusia kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (27/2/2026). Kasus ini tengah dipantau secara ketat oleh pemerintah setempat, namun penilaian risiko bagi populasi umum dinilai masih sangat rendah.
Pasien yang terinfeksi, menurut keterangan Departemen Kesehatan Catalonia, tidak menunjukkan gejala pernapasan khas flu pada umumnya dan kini telah pulih sepenuhnya. Investigasi terhadap kontak erat pasien menunjukkan virus belum menular kembali.
Laporan awal media lokal El País menyebut pasien tidak memiliki riwayat kontak dengan babi atau lingkungan peternakan, sehingga dugaan penularan antarmanusia menjadi perhatian para ahli epidemiologi.
Baca: http://Serangan Israel ke Iran Picu Perang Proksi, Hezbollah dan Hamas Siaga
Kondisi ini menimbulkan kewaspadaan karena virus flu babi memiliki potensi pandemi apabila terjadi rekombinasi dengan virus influenza manusia, terutama jika seekor babi terinfeksi dua jenis virus sekaligus sehingga terjadi pertukaran materi genetik.
Kasus serupa sebelumnya terjadi di Belanda pada 2023, di mana seorang dewasa terinfeksi flu babi A(H1N1)v tanpa paparan pekerjaan dengan hewan ternak. Flu babi sendiri pernah menjadi pandemi global pada 2009, menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia, akibat kombinasi genetik dari virus influenza yang beredar pada babi, unggas, dan manusia.
Otoritas kesehatan Spanyol menegaskan situasi saat ini masih terkendali dan risiko bagi masyarakat umum rendah. Pemerintah Catalonia terus berkoordinasi dengan WHO untuk pemantauan lebih lanjut dan memastikan langkah pencegahan yang tepat. Hingga kini, WHO belum mengeluarkan tanggapan resmi terkait laporan tersebut. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini