Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Kamboja Deportasi 2.671 WNA, Mayoritas Terlibat Penipuan Daring

kamboja deportasi 2.671 wna, mayoritas terlibat penipuan daring
Ilustrasi bendera Kamboja. (antara)

Phnom Penh, Sinata.id – Pemerintah Kamboja mendeportasi sebanyak 2.671 warga negara asing (WNA) ke negara asal masing-masing akibat berbagai pelanggaran hukum selama periode 20–30 April 2026.

Dilansir dari laporan yang dikutip ANTARA dan Khmer Times, Selasa (5/5/2026), ribuan WNA tersebut berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Pakistan, Vietnam, Afrika Selatan, Kamerun, Ghana, China, Laos, Myanmar, Nigeria, Amerika Serikat, India, Bangladesh, Sri Lanka, Rusia, Jerman, Thailand, dan Malaysia.

Advertisement

Sebagian besar dari mereka terjerat kasus penipuan daring (online scam), migrasi ilegal, hingga pemalsuan dokumen.

Data menunjukkan bahwa warga asal China dan Thailand mendominasi kasus tertentu. Sebanyak 306 warga China dan 635 warga Thailand teridentifikasi terlibat dalam jaringan penipuan daring.

Baca Juga  Kasus Korupsi Pengadaan Militer, Mantan Kepala Angkatan Darat Malaysia dan Istri Ditahan

Selain itu, sejumlah WNA juga didakwa atas pelanggaran lain, seperti tinggal tanpa dokumen resmi, penggunaan visa palsu, penculikan, serta aktivitas kerja ilegal di wilayah Kamboja.

Langkah deportasi ini merupakan bagian dari operasi besar otoritas Kamboja dalam menertibkan keberadaan warga asing yang melanggar hukum.

Sejumlah pengamat regional menilai tindakan tegas tersebut sebagai upaya pemerintah Kamboja untuk memperbaiki citra negara, khususnya dalam memerangi kejahatan transnasional yang selama ini menjadi sorotan, terutama terkait maraknya praktik penipuan daring.

Pemerintah Kamboja juga disebut terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas warga asing guna memastikan kepatuhan terhadap aturan imigrasi dan hukum pidana yang berlaku. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini