Selain itu, perusahaan juga menghadapi gugatan pelanggaran hak cipta musik, pelanggaran paten, masalah moderasi konten di Uni Eropa, hingga kebocoran data.
Elon Musk sebelumnya menyatakan ingin membubarkan xAI sebagai entitas terpisah dan mengembangkan ambisi AI di bawah SpaceX.
Di sisi lain, SpaceX baru saja menjalin kerja sama besar dengan perusahaan AI pesaing Anthropic, pengembang chatbot Claude.
Dalam kesepakatan tersebut, Anthropic akan membayar US$15 miliar per tahun untuk mengakses pusat data AI milik xAI di wilayah selatan Amerika Serikat.
IPO SpaceX diumumkan hanya beberapa hari setelah Musk kalah dalam gugatan hukum melawan OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman.
Musk sebelumnya menuduh OpenAI melanggar kesepakatan nirlaba setelah perusahaan pembuat ChatGPT itu beralih menjadi entitas bisnis komersial.
Meski ambisi AI Musk menuai kontroversi, bisnis roket SpaceX dan Starlink masih dianggap sebagai pemimpin industri global dengan keunggulan jauh di atas para pesaingnya. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini