Jakarta, Sinata.id – Pemerintah mencatat lonjakan signifikan dalam penyerapan beras produksi dalam negeri pada awal 2026. Hingga awal Februari, realisasi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) telah mencapai sekitar 112 ribu ton, meningkat lebih dari tujuh kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan, sepanjang Januari hingga awal Februari 2026, serapan setara beras menembus 112 ribu ton.
Pada periode Januari 2025, angka serapan tercatat sekitar 14 ribu ton. Peningkatan tajam ini disampaikan Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
“Serapan bulan ini kami terima laporannya setiap hari. Tahun lalu satu bulan hanya 14 ribu ton, sementara tahun ini sudah mencapai 112 ribu ton. Ini naik sekitar 700 persen di Januari,” ujar Amran.
Menurut dia, peningkatan tersebut mencerminkan percepatan pembelian hasil panen petani oleh Perum Bulog sebagai pengelola CBP.
Pemerintah menargetkan penguatan cadangan beras nasional melalui optimalisasi produksi dalam negeri, seiring proyeksi kenaikan hasil panen pada triwulan pertama tahun ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras periode Januari–Maret 2026 mencapai 10,16 juta ton, atau naik sekitar 1,39 juta ton dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Proyeksi tersebut menjadi dasar pemerintah mempercepat penyerapan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat petani.
Bapanas mencatat capaian 112 ribu ton pada awal tahun ini merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir untuk periode yang sama.
Sebagai perbandingan, pada Januari dan Februari 2025, serapan masing-masing tercatat 14,9 ribu ton dan 171,1 ribu ton.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah menerbitkan Surat Keputusan Bersama Kepala Bapanas, Menteri Keuangan, dan Kepala Badan Pengatur BUMN tertanggal 9 Januari 2026.
Regulasi itu menugaskan BUMN pangan melaksanakan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tahun 2026 dengan prioritas pembelian produksi dalam negeri serta mandat pengadaan CBP sebesar 4 juta ton.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, hingga 2 Februari 2026, realisasi pengadaan dalam negeri telah mencapai 112.032 ton setara beras.
Untuk mempercepat pencapaian target, Bulog mengerahkan tim jemput pangan untuk menyerap gabah kering panen dan jagung pipil kering, serta berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan penyuluh pertanian.
Di sisi harga, Panel Harga Pangan Bapanas per 2 Februari 2026 mencatat rata-rata harga gabah kering panen di tingkat petani sebesar Rp6.790 per kilogram. Angka tersebut berada di atas Harga Pembelian Pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini