Oleh: Mis Ev Daniel Pardede, MH.
Renungan bertajuk Sarapan Pagi Kristen yang disiarkan melalui kanal YouTube Prison Hospital Crusade Daniel Pardede Ministry kembali mengangkat pesan Alkitab sebagai pengingat bagi umat percaya untuk hidup dalam kekudusan. Dalam tayangan tersebut, disampaikan pula ajakan dukungan doa dan dana bagi pelayanan penginjilan melalui transfer ke Bank Mandiri rekening 1050014929610.
Pesan utama renungan hari ini merujuk pada firman Tuhan dalam Kitab Ulangan 27:23, “Terkutuklah orang yang tidur dengan mertuanya perempuan.” Ayat ini menjadi pintu masuk pembahasan mengenai kisah Yehuda dan Tamar yang tertulis dalam Kejadian 38:1–30.
Dalam catatan Alkitab, Tamar adalah menantu Yehuda yang menjadi janda setelah suaminya, Er, mati karena dinilai jahat di hadapan Tuhan. Sesuai tradisi saat itu, Yehuda meminta Onan, adik Er, untuk mengambil Tamar sebagai istri guna meneruskan keturunan bagi kakaknya. Namun, Onan tidak menjalankan tanggung jawabnya dengan benar. Ia melakukan tindakan yang dianggap jahat di hadapan Tuhan sehingga ia pun mati.
Setelah kematian Onan, Yehuda tidak segera memberikan anak bungsunya, Syela, kepada Tamar karena diliputi rasa takut anaknya juga akan mengalami nasib serupa. Merasa haknya diabaikan, Tamar kemudian menyamar sebagai seorang perempuan bercadar dan menjebak Yehuda. Tanpa menyadari identitasnya, Yehuda menghampiri Tamar, dan dari peristiwa tersebut lahirlah anak kembar bernama Peres dan Zerah.
Renungan tersebut menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi contoh pelanggaran moral yang serius di mata Tuhan. Meski Yehuda digambarkan sebagai sosok kuat dan terpandang—bahkan dalam Kejadian 49:8–12 disebut sebagai singa muda yang disegani ia tetap memiliki kelemahan dan dapat jatuh dalam dosa.
Pesan lanjutan mengingatkan jemaat untuk senantiasa waspada terhadap godaan. Mengacu pada Kejadian 4:7, dosa digambarkan sedang mengintip di depan pintu dan siap menerkam seperti singa yang mengaum. Karena itu, setiap orang percaya diajak menjaga hati dan langkah agar tidak terjerumus dalam kejahatan.
Renungan ditutup dengan ajakan untuk menggunakan waktu yang diberikan Tuhan bagi kebajikan dan kemurahan, serta menjalani aktivitas sehari-hari dengan integritas dan takut akan Tuhan.
Kekuatan, jabatan, dan kehormatan tidak menjamin seseorang kebal terhadap dosa; hanya kewaspadaan dan ketaatan kepada firman Tuhan yang menjaga langkah tetap lurus di hadapan-Nya. (A27)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini