Oleh: Pdt Manser Sagala, M.Th
Selama 40 hari antara kebangkitan hingga kenaikan-Nya ke surga, murid-murid Yesus mengalami masa transisi yang sangat krusial.
Berdasarkan catatan dalam Perjanjian Baru, khususnya dalam Kisah Para Rasul dan Injil, berikut hal-hal utama yang mereka lakukan dan alami:
- Mengalami Penampakan Yesus
Murid-murid menjadi saksi bahwa Yesus benar-benar hidup. Ia menampakkan diri kepada mereka berkali-kali dalam berbagai situasi untuk meyakinkan mereka melalui banyak tanda yang membuktikan bahwa Ia telah bangkit.
Yesus bahkan makan bersama mereka untuk menunjukkan bahwa Ia bukan sekadar roh. Dalam peristiwa tertentu, seperti kepada Tomas, murid-murid diizinkan melihat dan menyentuh bekas luka-Nya sebagai bukti nyata kebangkitan-Nya.
- Menerima Pengajaran tentang Kerajaan Allah
Masa ini digunakan Yesus sebagai waktu pengajaran yang intensif bagi para murid. Mereka belajar memahami nubuat dalam Kitab Suci yang merujuk pada penderitaan, kematian, dan kebangkitan Mesias.
Fokus utama pengajaran tersebut adalah tentang Kerajaan Allah, yang menjadi dasar pemahaman mereka dalam melanjutkan pelayanan.
- Menerima Perintah Agung (Amanat Agung)
Pada periode ini, para murid menerima penugasan resmi untuk menjadi saksi-Nya. Mereka diperintahkan untuk:
Pergi dan menjadikan semua bangsa murid Yesus.
Membaptis dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Mengajarkan segala sesuatu yang telah diperintahkan Yesus.
Perintah ini menjadi dasar misi kekristenan hingga saat ini.
- Menanti di Yerusalem
Meskipun telah menerima tugas besar, para murid tidak langsung bergerak. Yesus memberi instruksi agar mereka tetap tinggal di Yerusalem untuk menantikan janji Bapa, yaitu pencurahan Roh Kudus.
Ia menjelaskan bahwa mereka akan dibaptis dengan Roh Kudus dalam waktu dekat, sehingga memiliki kuasa untuk menjadi saksi yang efektif.
- Pemulihan Hubungan dan Iman
Masa 40 hari ini juga menjadi momen pemulihan bagi para murid yang sebelumnya tercerai-berai dan diliputi ketakutan saat penyaliban.
Salah satu peristiwa penting adalah pemulihan Petrus di tepi Danau Galilea. Dalam peristiwa itu, Yesus meneguhkan kembali kasih dan panggilan Petrus untuk menggembalakan umat-Nya. (A27)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini