Sinata.id – Kejar-kejaran yang seharusnya berakhir di kantor polisi justru finis di dasar Sungai Lematang. Seorang pria di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, nekat melompat ke sungai saat dikejar aparat, memilih adu cepat dengan arus deras ketimbang berhadapan dengan hukum, yang berujung panjang dalam operasi pencarian dan kabar duka.
Seorang pria bernama Reno Saputera dilaporkan hilang setelah nekat menceburkan diri ke sungai saat berusaha kabur dari kejaran aparat kepolisian.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (18/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.
Reno diketahui tidak sendirian. Ia bersama dua orang lainnya berusaha melarikan diri dengan cara melompat ke aliran Sungai Lematang.
Baca Juga: Operasi Lilin Toba Medan Masuk Era Digital
Dua rekannya berhasil menyelamatkan diri, sementara Reno terseret derasnya arus hingga akhirnya menghilang di permukaan air.
Laporan kejadian tersebut baru diterima Kantor SAR Palembang beberapa jam kemudian, tepatnya pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Menindaklanjuti informasi itu, tim SAR langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian dengan membawa perlengkapan pencarian air.
Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, menjelaskan bahwa sejak pagi hari operasi pencarian telah dilakukan secara intensif.
Tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, unsur TNI-Polri, serta masyarakat setempat dikerahkan menyusuri aliran sungai.
Namun hingga pencarian hari pertama, korban belum juga ditemukan.
Arus Sungai Lematang yang cukup deras menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.
Strategi pencarian pun dibagi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU pertama melakukan penyisiran visual di atas permukaan air menggunakan perahu karet, dengan jangkauan pencarian hingga delapan kilometer ke arah tenggara dari titik awal korban diduga tenggelam.
Sementara itu, SRU kedua disiagakan untuk melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian apabila kondisi memungkinkan, sekaligus menyebarkan informasi kepada warga di sepanjang bantaran sungai agar segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Pada Sabtu pagi (20/12/2025), sekitar pukul 06.00 WIB, jenazah Reno ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Kepolisian kemudian mengungkap latar belakang peristiwa tersebut.
Kasi Humas Polres Muara Enim, AKP RTM Situmorang, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, aparat Satres Narkoba Polres Muara Enim tengah melakukan penggerebekan di sebuah pondok yang berjarak sekitar 20 meter dari jalan raya.
Saat penggerebekan berlangsung, sejumlah orang yang berada di lokasi panik dan melarikan diri.
Reno, yang diduga terlibat dalam tindak kejahatan, berusaha kabur ke arah Sungai Lematang yang berjarak sekitar 150 meter dari lokasi penggerebekan.
Dalam upaya meloloskan diri, Reno nekat mencoba menyeberangi sungai di tengah kondisi debit air yang sedang tinggi.
Namun ia diduga tidak mampu melawan kuatnya arus, hingga akhirnya terbawa aliran Sungai Lematang.
Pencarian lanjutan dilakukan sejak Jumat pagi dengan menyusuri aliran sungai dari titik awal korban dilaporkan hanyut.
Hingga akhirnya, dua hari setelah kejadian, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. [a46]










Jadilah yang pertama berkomentar di sini