Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Nasional

Puan Maharani di May Day 2026: Negara Harus Hadir Lindungi Pekerja, Soroti Ancaman PHK hingga Outsourcing

puan maharani di may day 2026: negara harus hadir lindungi pekerja, soroti ancaman phk hingga outsourcing
Ketua DPR RI Puan Maharani (Istimewa)

Jakarta, Sinata.id – Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan pentingnya peran negara dalam memberikan perlindungan menyeluruh kepada pekerja saat peringatan Hari Buruh Internasional 2026.

Dalam pernyataannya, Puan menyampaikan bahwa momentum May Day harus menjadi pengingat bagi pemerintah untuk memastikan seluruh pekerja di Indonesia mendapatkan hak dan jaminan perlindungan yang layak.

Advertisement

“Peringatan Hari Buruh harus menjadi momentum memastikan semua pekerja memperoleh haknya, termasuk perlindungan dari negara,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Soroti 11 Tuntutan Buruh

Pada peringatan tahun ini, kelompok buruh membawa sejumlah tuntutan penting, di antaranya penghapusan outsourcing, penolakan upah murah, hingga dorongan pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru.

Selain itu, buruh juga menyoroti potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat dinamika geopolitik global, termasuk konflik internasional yang berdampak pada sektor industri.

Baca Juga  Bansos Rp878 Miliar Digelontorkan untuk Korban Bencana di 3 Provinsi

Puan menilai seluruh tuntutan tersebut harus dipandang dalam kerangka kebijakan yang menyeluruh agar tidak memperburuk ketidakpastian hidup masyarakat.

Ancaman PHK dan Dampak Ekonomi

Ia juga mengingatkan adanya ancaman PHK yang diperkirakan dapat berdampak pada ribuan pekerja dalam waktu dekat. Menurutnya, kondisi ini menjadi sinyal serius bagi pemerintah.

“Jika tidak diantisipasi, target penciptaan jutaan lapangan kerja akan sulit tercapai,” katanya.

Puan menekankan pentingnya memperkuat sektor industri nasional sekaligus menyiapkan jaring pengaman sosial bagi pekerja yang terdampak.

Dorong Satgas PHK dan Perlindungan Digital

Terkait rencana pembentukan Satuan Tugas PHK, Puan menyambut baik langkah tersebut selama fokus pada pencegahan dini dan perlindungan pekerja.

Baca Juga  Komisi III DPR RI Ragukan Klaim PPATK Soal Judi Online Menurun

Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi pekerja di sektor digital, termasuk pengemudi transportasi online yang kini menjadi bagian penting dari ekonomi masyarakat.

Menurutnya, regulasi harus memberikan kepastian pendapatan, jaminan sosial, dan perlindungan kerja bagi sektor tersebut.

Isu Keselamatan dan Sosial Ikut Disorot

Dalam kesempatan itu, Puan turut menyinggung sejumlah peristiwa yang berdampak pada pekerja, seperti kecelakaan transportasi dan kasus sosial yang berkaitan dengan keluarga pekerja.

Ia menilai negara perlu meningkatkan fasilitas pendukung seperti transportasi yang aman dan layanan sosial, termasuk penitipan anak bagi keluarga pekerja.

Komitmen DPR untuk Pekerja

Puan menegaskan DPR akan terus mengawal kebijakan pro-pekerja, termasuk mendorong pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).

Baca Juga  Kendalikan Inflasi untuk Menjaga Stabilitas Sumut Pascabencana

Ia juga menekankan bahwa seluruh pekerja, baik formal maupun informal, berhak mendapatkan perlindungan yang adil.

“Menjaga kesejahteraan pekerja berarti menjaga fondasi sosial pembangunan nasional,” tutupnya.(A07)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini