akarta, Sinata.id – Program pengiriman dai ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) mengalami peningkatan jumlah dari tahun ke tahun. Pada 2026, jumlah dai yang dikirim mencapai 2.199 orang, melampaui target sebanyak 1.500 dai.
Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis M. Hanafi, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Apresiasi Mitra Program Dai Wilayah 3T yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa program pengiriman dai ke wilayah 3T merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas jangkauan pembinaan keagamaan di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil.
Selain itu, ia menyebutkan masih terdapat masyarakat di wilayah tersebut yang memiliki keterbatasan dalam membaca Al-Qur’an serta memahami praktik ibadah.
Dalam kegiatan yang sama, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono, menyampaikan bahwa program ini juga melibatkan kerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan lembaga amil zakat (LAZ).
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk di bidang pendidikan dan penguatan sumber daya manusia.
Program pengiriman dai ke wilayah 3T juga berkaitan dengan upaya peningkatan akses masyarakat terhadap layanan keagamaan serta dukungan sosial di daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses layanan dasar. (A18)
Sumber: Situs Kemenag










Jadilah yang pertama berkomentar di sini