Info Market CPO
πŸ—“ Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.3K β€’ 0.2K β€’DMI β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K Β· LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Pria Bugar Alami Stroke Akibat Kecanduan Minuman Berenergi

pria bugar alami stroke akibat kecanduan minuman berenergi
Ilustrasi

London, Sinata.id – Seorang pria berusia 54 tahun dilaporkan mengalami stroke talamus akibat kebiasaan mengonsumsi minuman berenergi dosis tinggi secara rutin.

Kasus ini menarik perhatian medis lantaran pasien dikenal memiliki gaya hidup sangat aktif, gemar berlari, serta tidak memiliki riwayat merokok maupun konsumsi alkohol.

Advertisement

Tim medis dari Nottingham University Hospitals NHS Trust Inggris mengungkapkan bahwa pasien tiba di rumah sakit dengan kondisi darurat medis.

Gejala yang dialami meliputi kelemahan mendadak, mati rasa pada sisi kiri tubuh, serta gangguan bicara dan keseimbangan. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah pasien mencapai angka ekstrem, yakni 254/150 mmHg.

β€œSecara fisik ia terlihat sangat sehat. Inilah alasan mengapa hipertensi sering disebut sebagai pembunuh senyap,” ujar Dr Sunil Munshi, spesialis penyakit dalam yang menangani kasus, sebagaimana dikutip Sinata.id

Baca Juga  Iran Peringatkan Harga Minyak Bisa Tembus US$200 per Barel

Baca:Β http://Stroke Kedua Bisa Lebih Mematikan, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Penyebab kondisi tersebut baru terungkap setelah serangkaian pemeriksaan lanjutan selama berminggu-minggu. Pasien mengaku mengonsumsi sedikitnya delapan kaleng minuman berenergi setiap hari untuk menunjang performa kerjanya. Setiap kaleng diketahui mengandung sekitar 160 miligram kafein.

Secara akumulatif, pasien mengonsumsi sekitar 1.200 hingga 1.300 miligram kafein per hari. Jumlah ini melampaui batas aman yang direkomendasikan secara medis bagi orang dewasa, yaitu maksimal 400 miligram atau setara dengan 2 hingga 4 cangkir kopi per hari.

Munshi menjelaskan bahwa risiko stroke tidak hanya dipicu oleh kafein yang tinggi, tetapi juga interaksi zat lain di dalam minuman tersebut. Kombinasi kafein dengan taurin terbukti meningkatkan tekanan darah lebih signifikan dibandingkan kafein tunggal.

Baca Juga  Pidato Menlu Sugiono di DK PBB, Minta Ruang Perdamaian Palestina Diperluas

Selain itu, kandungan gula tinggi, ginseng, guarana, serta stimulan seperti theophylline dan theobromine dapat memicu aritmia jantung hingga pembekuan darah.

Meski tekanan darah pasien telah kembali normal ke angka 120/80 mmHg setelah menghentikan total konsumsi minuman berenergi, ia masih menderita dampak sisa permanen.

Belakangan ini pria tersebut masih melaporkan adanya rasa kebas pada tangan dan kaki kirinya akibat kerusakan saraf saat stroke terjadi.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat mengenai bahaya konsumsi stimulan berlebihan, terutama bagi individu yang merasa memiliki kondisi fisik bugar namun tanpa disadari memiliki risiko hipertensi sekunder. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini