Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Polemik Ijazah Jokowi Berbalik Arah, Rismon Akui Temuan Baru dan Minta Maaf

polemik ijazah jokowi berbalik arah, rismon akui temuan baru dan minta maaf
Rismon Hasiholan Sianipar. (tangkapanlayaryoutube)

Solo, Sinata.id – Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, yakni Rismon Hasiholan Sianipar, mendatangi kediaman pribadi Jokowi di kawasan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/3/2026).

Rismon datang bersama kuasa hukumnya, Jahmada Girsang. Ia tiba di kediaman Jokowi sekitar pukul 17.10 WIB dengan mengenakan kemeja hitam dan celana jeans.

Advertisement

Setibanya di lokasi, Rismon langsung masuk ke dalam rumah untuk melakukan pertemuan tertutup dengan Jokowi. Pertemuan tersebut berlangsung tanpa kehadiran awak media dan belum diketahui secara rinci isi pembicaraan di antara keduanya.

Rismon Sampaikan Permintaan Maaf

Usai pertemuan tersebut, Rismon menyampaikan permintaan maaf kepada publik, khususnya kepada Jokowi terkait polemik yang muncul akibat penelitiannya mengenai keaslian ijazah mantan Wali Kota Solo itu.

“Saya tentu meminta maaf kepada publik, terutama kepada pihak terkait seperti Bapak Jokowi. Ini merupakan bentuk tanggung jawab saya sebagai peneliti independen,” ujar Rismon.

Baca Juga  Varian Covid-19 BA.3.2 “Cicada” Terbaru: Gejala, Risiko Anak-anak, dan Efektivitas Vaksin

Ia menjelaskan bahwa dalam dua bulan terakhir dirinya melakukan penelitian lanjutan secara mandiri dengan meninjau kembali metodologi penelitian yang sebelumnya ia tulis.

Rismon menyebut dari lebih dari 700 halaman buku berjudul Jokowi’s White Paper, sekitar 480 halaman berisi penjelasan metodologi penelitian yang disusunnya secara independen.

Menurutnya, buku tersebut ditulis tanpa keterkaitan dengan peneliti lain seperti Roy Suryo maupun dr. Tifa, karena masing-masing melakukan kajian secara terpisah.

Temuan Baru Soal Fitur Keamanan Ijazah

Dalam penelitian lanjutan tersebut, Rismon mengaku menemukan sejumlah fakta baru terkait fitur keamanan pada ijazah yang sempat dipersoalkan.

Ia menyebut dokumen ijazah tersebut memiliki watermark dan emboss, namun tidak ditemukan hologram.

Setelah membandingkan dengan sejumlah ijazah lain dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada periode yang sama, ia menyimpulkan bahwa penggunaan hologram memang belum diterapkan sebagai fitur keamanan ijazah pada masa itu.

Baca Juga  Jusuf Kalla Blak-blakan: Saya yang Bawa Jokowi ke Jakarta hingga Jadi Presiden

“Yang saya temukan adalah watermark dan emboss. Setelah dibandingkan dengan beberapa ijazah UGM pada periode yang sama, memang saat itu hologram belum digunakan sebagai pengaman dokumen,” jelasnya.

Rismon juga melakukan perbandingan dengan ijazah lain yang sempat ditampilkan dalam persidangan gugatan Citizen Lawsuit (CLS). Dari perbandingan tersebut, ia menemukan pola watermark dan emboss yang serupa.

Menurutnya, istilah hologram yang sempat disebut kemungkinan merujuk pada efek emboss yang terlihat lebih jelas ketika terkena sorotan cahaya.

Yakini Tidak Ada Kejanggalan

Berdasarkan temuan penelitian lanjutan tersebut, Rismon menyatakan tidak menemukan kejanggalan dalam keaslian ijazah milik Jokowi.

Ia menegaskan bahwa sebagai peneliti independen dirinya harus berani mengoreksi hasil penelitian sebelumnya jika ditemukan fakta baru.

“Sebagai peneliti independen yang tidak memiliki afiliasi politik, saya harus berani mengakui kesalahan dan memperbaiki kesimpulan penelitian saya apabila ditemukan data baru,” ujarnya.

Baca Juga  Purnawirawan TNI Gugat Polda Metro Jaya, Soroti Dugaan Penyimpangan Penegakan Hukum Kasus Ijazah Jokowi

Rismon juga mengaku telah menyampaikan temuan terbaru tersebut kepada penyidik kepolisian sekitar satu minggu lalu sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah.

Gibran: Ramadhan Momentum Saling Memaafkan

Menanggapi permintaan maaf tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan bahwa bulan Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat kembali hubungan persaudaraan.

“Bulan Ramadhan adalah momentum yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan,” kata Gibran dalam pernyataan tertulis yang disampaikan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden.

Gibran juga menghargai sikap Rismon yang telah memberikan klarifikasi dan bersedia meninjau kembali pernyataan yang sebelumnya disampaikan kepada publik.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan sikap kedewasaan dalam kehidupan demokrasi. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini