Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Pematangsiantar

PMKRI Siantar Bongkar ‘Kolonialisme Modern’ di Papua Lewat Nobar Film Pesta Babi

pmkri
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi menggelar nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter investigatif Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di Margasiswa PMKRI Pematangsiantar, Selasa malam (5/5/2026). (Foto: PMKRI)

Diskusi menghadirkan Br. Fransiskus Malau OFMCap sebagai pemantik. Ketua Presidium PMKRI Pematangsiantar Fransisco Mezgion Hutauruk sebagai penanggap, serta Paulinus Mersiwince Gulo sebagai moderator.

Br. Fransiskus menilai apa yang terjadi di Papua bukan sekadar proyek pembangunan biasa. Melainkan persoalan kemanusiaan dan keberlangsungan hidup masyarakat adat.

Advertisement

“Tanah Papua bukan tanah kosong. Ketika hutan dikonversi menjadi kebun tebu dan sawit tanpa persetujuan masyarakat adat, itu bukan pembangunan, melainkan penghancuran peradaban,” tegasnya.

Fransisco Mezgion Hutauruk menilai pola eksploitasi sumber daya atas nama investasi memiliki kemiripan dengan praktik kolonialisme gaya baru.

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini