Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Nasional

Pimpinan DPR RI Apresiasi ADKASI, Dorong TKD Dievaluasi

pimpinan dpr ri apresiasi adkasi, dorong tkd dievaluasi
Sari Yuliati

Jakarta, Sinata.id – Wakil Ketua (Pimpinan) DPR RI, Sari Yuliati, menyampaikan apresiasi atas konsistensi perjuangan Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) dalam mengawal kebijakan Transfer Keuangan Daerah (TKD).

Pernyataan itu disampaikan saat menerima jajaran ADKASI dalam audiensi di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Advertisement

Menurut Sari, setiap perubahan skema TKD harus dibuka secara transparan dan dibahas bersama seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya, agar kebijakan yang lahir tetap berpihak pada kesejahteraan masyarakat di daerah.

Baca juga:  DPR Minta Pemerintah Bersiap Hadapi Dampak Penutupan Selat Hormuz-Iran

Untuk memperdalam pembahasan, ia turut menghadirkan Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga  Martin Manurung Soroti Kesiapan ADR dalam RUU PPRT

“Kami akan ikut membantu memperjuangkan kebutuhan daerah, karena kami juga berasal dari daerah,” ujar Sari.

Di sisi lain, Misbakhun mengakui adanya dampak signifikan dari pengurangan TKD terhadap kapasitas fiskal pemerintah daerah.

Ia menilai, realokasi anggaran APBN untuk program strategis nasional berpotensi menggeser kebutuhan riil di daerah.

Komisi XI, kata dia, akan memanggil pihak eksekutif termasuk direktur jenderal terkait guna membahas langkah strategis agar kesejahteraan daerah tetap terjaga.

Sementara itu, Ketua Umum ADKASI, Siswanto, menegaskan pentingnya evaluasi atas kebijakan pengurangan TKD.

Menurutnya, kebijakan tersebut berdampak langsung pada pembangunan serta pelaksanaan visi-misi pemerintah daerah di 415 kabupaten di seluruh Indonesia.

ADKASI berharap DPR RI bersama pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk meninjau ulang kebijakan tersebut.

Baca Juga  Prabowo Lantik Gubernur dan Wagub Papua Periode 2025-2030

“Kami akan terus menyuarakan kepentingan daerah demi kapasitas fiskal yang memadai untuk pembangunan,” tegasnya. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini