Jakarta, Sinata.id β Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, menilai peringatan Natal tahun ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai kebhinekaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, semangat tersebut penting untuk memperkuat budaya gotong royong dalam menghadapi berbagai persoalan kebangsaan.
Ia menyampaikan bahwa perayaan Natal yang berlangsung di tengah kondisi bangsa yang masih dihadapkan pada sejumlah bencana alam semestinya menjadi pengingat akan pentingnya persatuan dalam keberagaman.
Nilai kebhinekaan, lanjutnya, menjadi fondasi untuk saling menguatkan dan bangkit bersama menghadapi tantangan.
βPerayaan Natal tahun ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kebhinekaan dan gotong royong, agar kita dapat bersama-sama mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa,β ujar Lestari di Jakarta, Jumat (26/12/2025).
Perempuan yang akrab disapa Rerie itu menekankan bahwa nilai kasih dan kepedulian terhadap sesama yang terkandung dalam perayaan Natal perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah situasi sosial yang penuh tantangan.
Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut juga mengingatkan bahwa perayaan keagamaan, termasuk Natal, seharusnya menjadi momentum untuk meneguhkan nilai-nilai universal yang mempersatukan bangsa, seperti perdamaian, toleransi, dan solidaritas sosial.
Menurut Wakil Ketua MPR RI itu, besarnya tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini menuntut adanya keselarasan sikap dan tindakan dari seluruh elemen masyarakat agar dapat melangkah bersama menuju tujuan yang sama.
Ia berharap suasana damai dan penuh kasih yang hadir dalam perayaan Natal dapat semakin mempererat persaudaraan antarwarga negara, sehingga menjadi kekuatan sosial dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.
βSelamat merayakan Natal bagi seluruh masyarakat Indonesia yang merayakannya. Semoga nilai-nilai Natal membawa semangat dan kekuatan bagi kita semua untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera ke depan,β tuturnya. (*)
Sumber: Parlementaria










Jadilah yang pertama berkomentar di sini