Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Regional

Pengampunan: Kunci Keharmonisan Keluarga

pastor dion panomban
Pastor Dion Panomban.

Oleh: Pastor Dion Panomban

Saat Teduh Abba Home Family – Selasa, 12 Agustus 2025, Pengampunan adalah pemberian terbesar yang bisa kita berikan, sekaligus obat penyembuh yang luar biasa dalam hubungan keluarga. Keharmonisan dan kedamaian akan terwujud ketika kita hidup di dalam pengampunan. Mengampuni bukan hanya membebaskan orang lain dari kesalahan, tetapi juga membebaskan hati kita dari luka batin dan racun kebencian.

Advertisement

*Sebaliknya, kegagalan untuk mengampuni akan menimbulkan sakit hati,* rasa panas di dada, bahkan keinginan untuk membalas dendam. Kadang kita berharap orang yang menyakiti kita mendapat malapetaka. Namun, Yesus mengingatkan bahwa hal itu sama seperti meminum racun dan berharap orang lain yang mati—padahal racunnya justru membunuh diri kita sendiri.

Baca Juga  Tapteng Terima Dana Stimulan Tahap Pertama Rp31,26 Miliar untuk 1.591 KK

*Banyak kerusakan dalam keluarga,* bahkan perceraian, berawal dari kekerasan hati yang menolak memberi pengampunan. Yesus menegaskan dalam *Matius 19:3-8* bahwa sejak semula Allah menciptakan pernikahan untuk menjadi ikatan kudus yang tidak dipisahkan oleh manusia. “Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (ay. 6).

Yesus menyatakan bahwa alasan perceraian pada zaman Musa hanyalah karena ketegaran hati manusia (ay. 8). Padahal rencana awal Allah adalah agar suami dan istri meninggalkan orang tua mereka dan menjadi “satu daging” (ay. 5-6). Menjadi satu berarti bersatu dalam kasih, tujuan, dan kehidupan—bukan sekadar tinggal serumah, tetapi benar-benar menjadi pasangan yang saling melengkapi dan menopang.

Baca Juga  BEM IAKN Tarutung Soroti Keterlambatan Pencairan Beasiswa PPA

Pernikahan yang sehat membutuhkan dua hal: kasih yang rela berkorban dan pengampunan yang tidak terbatas. Ketika kita belajar mengampuni seperti Kristus mengampuni, keluarga akan menjadi tempat yang penuh sukacita dan damai sejahtera.

Jadi, bagaimana dengan rumah tanggamu? Apakah pengampunan sudah menjadi gaya hidupmu? Sudahkah engkau hidup di dalam kasih Allah?Tetap semangat, tetap setia bersaat teduh! (A27)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini