Jakarta, Sinata.id – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo mencatat telah menyerap lebih dari 70.000 tenaga kerja di berbagai wilayah operasional di Indonesia. Hal itu disampaikan manajemen perusahaan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Buruh Internasional.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyebut jumlah tersebut merupakan hasil dari proses transformasi dan integrasi sejumlah entitas perkebunan negara yang kini berada di bawah PalmCo.
“PalmCo hadir sebagai entitas bisnis sekaligus wadah bagi puluhan ribu tenaga kerja untuk berkarya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5/2026).
PalmCo terbentuk melalui integrasi sejumlah PTPN, yakni penggabungan PTPN V, VI, dan XIII ke dalam PTPN IV, serta pemisahan dari PTPN III (Persero).
Saat ini, perusahaan mengelola sekitar 648.000 hektare lahan dengan dukungan 71 pabrik kelapa sawit yang tersebar dari Sumatera hingga Sulawesi.
Selain sektor kelapa sawit, perusahaan juga bergerak di komoditas lain seperti karet, kopi, dan teh, serta menjalin kemitraan dengan petani melalui berbagai skema kerja sama.
Menurut Jatmiko, peluang penyerapan tenaga kerja masih terbuka seiring pengembangan bisnis, khususnya pada sektor hilirisasi dan energi terbarukan.
“Pengembangan hilirisasi dan energi hijau akan membuka peluang kerja baru,” katanya.
Beberapa proyek hilirisasi yang dikembangkan mencakup produksi oleofood dan oleochemical, seperti margarin, cocoa butter equivalent (CBE), cocoa butter substitute (CBS), serta biodiesel terintegrasi.
Ia menjelaskan, pengembangan tersebut merupakan bagian dari upaya menuju model ekonomi sirkular, dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien dan mengolah limbah menjadi produk bernilai tambah.
Salah satu proyek yang tengah berjalan berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. Proyek ini diperkirakan menyerap sekitar 1.400 tenaga kerja pada tahap konstruksi dan ratusan tenaga kerja saat mulai beroperasi.
Selain membuka lapangan kerja, proyek tersebut juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis dan pengembangan keahlian di bidang industri turunan sawit.
Manajemen menyebut, pengembangan hilirisasi juga sejalan dengan upaya mendukung ketahanan energi melalui biodiesel serta penguatan sektor industri berbasis sumber daya alam.
Perusahaan menyatakan akan terus mengembangkan bisnis dengan memperhatikan aspek penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. (A18)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini