Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K • 2.6K • 0.5K • 0.5K • 0.2K DMI • FOB PALOPO • DMI • DMI • LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Pemerintah Ekspor 2.280 Ton Beras Haji ke Arab Saudi, BPOM Awasi Standar Mutu

pemerintah ekspor 2.280 ton beras haji ke arab saudi, bpom awasi standar mutu
Foto: BPOM

Jakarta, Sinata.id – Pemerintah Indonesia akan mengekspor 2.280 ton Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lebih dari 200 ribu jemaah haji asal Indonesia. Pengiriman perdana dijadwalkan berlangsung pada 28 Februari 2026.

Rencana tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan usai Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Senin (23/2/2026).

Advertisement

“Nanti lanjut akan ke Malaysia dan lain-lain, tapi perdana ke Arab Saudi. Tanggal 28 [Februari] ini sudah akan diberangkatkan,” ujar Zulkifli, dikutip dari infopublik.id

Program ini melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga. Pasokan beras akan diserap dari petani dalam negeri dan dikelola oleh sebagai penanggung jawab penyediaan dan distribusi.

Baca Juga  Perusakan Rumah Doa di Padang Dikecam Keras, Pemerintah Diminta Tegas

Kepala (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan ekspor tersebut tidak hanya berorientasi perdagangan, tetapi juga bagian dari upaya peningkatan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia.

“Selain itu, menjamin pemenuhan selera dan asupan nutrisi jemaah haji,” kata Taruna.

Baca juga: Menhaj Gus Irfan Cek Dapur Haji di Madinah, Pastikan Rasa Nusantara dan Higienitas

Ia menyebut program tersebut menjadi representasi kehadiran negara sekaligus simbol kemampuan Indonesia menjaga ketersediaan pangan nasional.

BPOM, lanjut Taruna, akan melakukan pengawasan ketat terhadap standar mutu dan keamanan beras yang diekspor. Pengawasan mencakup kewajiban pencantuman label berbahasa Arab serta format tanggal kedaluwarsa dalam sistem Gregorian dan/atau Hijriah sesuai ketentuan otoritas setempat.

Baca Juga  Anggota DPR RI Sorot Ketimpangan Nasib Guru Daerah Masih Lebar

“Sesuai mandat pengawasan pre- dan post-market, BPOM siap mengawal ketat standar mutu dan keamanan dalam program ekspor Beras Haji Nusantara untuk memenuhi standar negara tujuan dan mencegah penolakan dari pihak Arab Saudi,” ujarnya.

Standar tersebut mengacu pada ketentuan (SFDA). Kerja sama pengawasan antara BPOM dan SFDA telah berlangsung sejak 2020 dan menjadi dasar koordinasi teknis dalam akses pasar produk pangan, termasuk kebutuhan haji.

Pemerintah berharap pengiriman perdana ini berjalan sesuai jadwal dan memenuhi seluruh persyaratan negara tujuan, sekaligus membuka peluang ekspor komoditas pangan strategis Indonesia ke pasar internasional. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini