Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 18 Mei 2026 |17:55 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15200 (TON) 15170 (AGM) 15300 EUP ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · FOB PALOPO
14785 14550 (PBI) 14445 (MNA) 14950 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI dengan ACC di level 15.300. Persaingan harga masih kompetitif antar bidder. Tender LOCO PARINDU berakhir WD, sementara tender FOB PALOPO belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Dunia

Palestina Kecam Israel Usai Intersepsi Global Sumud Flotilla, Sejumlah WNI Diduga Ditahan

palestina kecam israel usai intersepsi global sumud flotilla, sejumlah wni diduga ditahan
Kapal Indonesia dalam Global Sumud Flotilla. (adararelief)

Gaza, Sinata.id – Kedutaan Besar (Kedubes) Palestina untuk Republik Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel terhadap peserta Global Sumud Flotilla yang tengah menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A. K. Alsattari, menyebut tindakan Israel terhadap armada kemanusiaan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Advertisement

“Kedubes Palestina untuk Indonesia mengecam keras tindakan kriminal Israel yang dilakukan tentara pendudukan terhadap para peserta Global Sumud Flotilla,” ujarnya di Jakarta, Selasa (19/5/2026), dikutip dari Antara.

Ia menegaskan para peserta misi tersebut merupakan pejuang kemanusiaan yang membawa misi perdamaian, keadilan, dan penegakan hak asasi manusia (HAM). Kedubes Palestina juga menyampaikan dukungan penuh kepada seluruh peserta, termasuk warga negara Indonesia (WNI) yang ikut serta.

Baca Juga  Pasca Serangan Israel ke Iran, Benarkah Dunia di Ambang Perang Global?

“Kami senantiasa berdiri bersama seluruh peserta armada ini, khususnya saudara-saudari kami dari Indonesia,” tambahnya.

Dubes Alsattari juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, pemerintah, dan rakyat Indonesia atas dukungan berkelanjutan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Sementara itu, berdasarkan laporan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), sejumlah WNI yang ikut dalam misi Global Sumud Flotilla diduga ditahan setelah kapal mereka dicegat oleh militer Israel di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur.

Perwakilan GPCI menyebut total terdapat sembilan WNI dalam rombongan misi kemanusiaan tersebut. Lima di antaranya diduga ditangkap, sementara empat lainnya masih melanjutkan pelayaran.

“Dari sembilan WNI, lima di antaranya diduga telah ditahan setelah kapal mereka diintersep militer Israel,” ujar perwakilan GPCI, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga  Dubes RI Libatkan Silicon Valley dalam Negosiasi Tarif Dagang

Kelima WNI yang ditahan disebut terdiri dari aktivis dan jurnalis yang berada di beberapa kapal berbeda dalam konvoi tersebut.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI sebelumnya telah menyatakan menerima informasi mengenai penahanan WNI tersebut dan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, mengatakan pemerintah Indonesia telah meminta Israel untuk segera membebaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan tersebut.

“Kemlu mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip dari KompasTV.

Kemlu juga memastikan telah berkoordinasi dengan sejumlah KBRI di kawasan terkait untuk memantau kondisi WNI serta menyiapkan langkah perlindungan dan pemulangan jika diperlukan.

Baca Juga  Israel Hentikan Sekolah dan Larang Kerumunan Usai Serangan Iran

Hingga kini, pemerintah Indonesia masih terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan memastikan keselamatan seluruh WNI yang terlibat dalam misi tersebut tetap menjadi prioritas utama. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini