Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 18 Mei 2026 |17:55 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15200 (TON) 15170 (AGM) 15300 EUP ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · FOB PALOPO
14785 14550 (PBI) 14445 (MNA) 14950 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI dengan ACC di level 15.300. Persaingan harga masih kompetitif antar bidder. Tender LOCO PARINDU berakhir WD, sementara tender FOB PALOPO belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Dunia

AHY di Ecosperity Week 2026: Infrastruktur Hijau dan Ketahanan Asia Jadi Sorotan

ahy di ecosperity week 2026: infrastruktur hijau dan ketahanan asia jadi sorotan
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono. (istimewa)

Singapura, Sinata.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menghadiri Ecosperity Week 2026 yang diselenggarakan oleh Temasek di Singapura pada 18–19 Mei 2026.

Dalam forum internasional tersebut, Menko AHY menyampaikan pesan penting mengenai penguatan ketahanan kawasan dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Asia di tengah tantangan perubahan iklim, dinamika geopolitik, dan meningkatnya kebutuhan pembangunan.

Advertisement

Kehadiran AHY di forum global itu merupakan undangan langsung dari Chairman Temasek, Teo Chee Hean, sebagai bentuk apresiasi terhadap peran strategis Indonesia dalam agenda pembangunan berkelanjutan dan penguatan ketahanan kawasan Asia.

Ecosperity Week merupakan forum tahunan unggulan Temasek yang mempertemukan pengambil kebijakan, investor, inovator, serta pemimpin sektor publik dan swasta dari berbagai negara untuk membahas solusi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Pada penyelenggaraan sebelumnya, forum ini diikuti sekitar 4.000 peserta secara langsung maupun virtual.

Baca Juga  AHY: Butuh Anggaran Rp 51 Triliun Pemulihan Bencana Sumatera

Tahun ini, forum tersebut menghadirkan sejumlah tokoh global dari sektor investasi, teknologi, energi, keuangan, dan keberlanjutan. Beberapa di antaranya ialah Chairman Rio Tinto Dominic Barton, Chair of the UN High-Level Expert Group on Net-Zero Commitments Catherine McKenna, Director Potsdam Institute for Climate Impact Research Prof. Dr. Johan Rockström, serta Chairman India Temasek sekaligus mantan CEO DBS, Piyush Gupta.

Selain itu, hadir pula Chairman Surbana Jurong Chaly Mah dan perwakilan dari berbagai institusi global seperti BlackRock, Google, DBS, Amundi, BloombergNEF, hingga World Bank Group.

Rangkaian agenda AHY dimulai pada Senin (18/5/2026) dengan menghadiri Opening Dinner Ecosperity Week 2026 yang menjadi ajang networking strategis antara pemimpin dunia usaha, investor, pemerintah, dan tokoh global.

Baca Juga  Beijing Tutup Keran Produk Dwiguna ke Tokyo, Pasar Jepang Langsung Terguncang

Selanjutnya, pada Selasa (19/5/2026), AHY dijadwalkan melakukan courtesy meeting dengan Teo Chee Hean guna membahas peluang kerja sama strategis di bidang pembangunan infrastruktur berkelanjutan, ketahanan kawasan pesisir, konektivitas, dan penguatan investasi Indonesia–Singapura.

Usai pertemuan tersebut, AHY memberikan keynote address dalam sesi utama Innovation Day Plenary Ecosperity Week 2026 di Marina Bay Sands Convention Centre, Singapura, dengan tema “From Coastlines to Common Ground: Building a Resilient and Sustainable Asia.”

Dalam pidatonya, AHY menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk membangun infrastruktur yang tangguh, hijau, inklusif, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki pengalaman strategis dalam pembangunan kawasan pesisir, konektivitas antarpulau, ketahanan pangan, air, energi, serta pengembangan infrastruktur yang resilien terhadap perubahan iklim.

Baca Juga  Singapura Longgarkan Langkah Pencegahan Virus Nipah Mulai 23 Februari 2026

Kehadiran AHY dalam forum tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu mitra penting dalam percakapan global mengenai masa depan pembangunan berkelanjutan di Asia.

Partisipasi Indonesia di Ecosperity Week 2026 juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan, ketahanan, dan pemerataan pembangunan.

Pemerintah menilai infrastruktur menjadi fondasi utama untuk memperkuat daya saing bangsa sekaligus memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal dalam proses pembangunan nasional.

Selain menjadi ajang pertukaran gagasan dan pengalaman global, keikutsertaan AHY di Ecosperity Week 2026 diharapkan dapat membuka peluang kerja sama internasional dan menarik investasi berkualitas guna mendukung agenda pembangunan Indonesia ke depan. (SN22)

 

 

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini