Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 18 Mei 2026 |17:55 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15200 (TON) 15170 (AGM) 15300 EUP ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · FOB PALOPO
14785 14550 (PBI) 14445 (MNA) 14950 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI dengan ACC di level 15.300. Persaingan harga masih kompetitif antar bidder. Tender LOCO PARINDU berakhir WD, sementara tender FOB PALOPO belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Hiburan

Pesulap Merah Buka Suara soal Gunung Kawi, Nama Sarwendah Ikut Terseret

pesulap merah buka suara soal gunung kawi, nama sarwendah ikut terseret
Pesulap Merah atau Marcel Radhival. (youtubepesulapmerah)

Jakarta, Sinata.id – Nama Marcel Radhival atau yang dikenal sebagai Pesulap Merah menjadi sorotan publik setelah videonya terkait Gunung Kawi di Jawa Timur viral di media sosial.

Dalam video tersebut, muncul sejumlah nama selebritas yang disebut pernah datang ke lokasi yang kerap dikaitkan dengan ritual pesugihan, termasuk Sarwendah.

Advertisement

Marcel menjelaskan, konten mengenai Gunung Kawi dibuat karena banyak permintaan dari netizen yang ingin mengetahui fakta di balik tempat tersebut.

Ia mengaku sempat berbincang langsung dengan seorang kuncen saat berada di Gunung Kawi. Menurut Marcel, kuncen tersebut menyebut sejumlah nama tokoh publik secara terbuka tanpa menggunakan inisial.

“Setelah saya ngobrol dengan kuncennya, ternyata beliau memang berbicara secara terbuka. Tidak pakai inisial ketika menyebut nama,” ujar Pesulap Merah saat ditemui di Jakarta Selatan, seperti dilansir Rabu (20/5/2026).

Baca Juga  Jackie Chan Siap Menguras Emosi di ‘Unexpected Family’

Marcel mengatakan, setelah videonya diunggah, ia mencari tahu lebih jauh dan menemukan bahwa kuncen tersebut memang telah lama menyebut nama-nama yang sama dalam berbagai wawancara lain.

“Setelah saya telusuri, ternyata pernyataan itu bukan baru sekali disampaikan. Di beberapa video lain, kuncen tersebut juga menyebut nama-nama yang sama,” katanya.

Sebut Ritual Kejawen, Bukan Pesugihan Mistis

Pesulap Merah menegaskan kedatangannya ke Gunung Kawi murni karena rasa penasaran dan untuk memenuhi permintaan penonton di media sosial.

Ia juga menilai ritual yang dilakukan di lokasi tersebut lebih berkaitan dengan tradisi kepercayaan Kejawen, bukan praktik pemanggilan makhluk gaib seperti yang ramai diasumsikan masyarakat.

“Menurut saya, ritual di sana lebih kepada tradisi Kejawen, bukan ritual yang identik dengan hal-hal mistis,” ujarnya.

Baca Juga  Bukan Salah DJ, 2 THM di Medan Ditutup Karena Sering "Viral"

Sebagai seorang muslim, Marcel mengaku tidak membenarkan praktik mencari kekayaan dengan cara yang bertentangan dengan ajaran agama. Ia menyebut Islam mengajarkan cara memperoleh rezeki melalui ibadah dan perbuatan baik.

“Kalau dalam Islam, cara memperlancar rezeki itu melalui sedekah, kurban, umrah, dan ibadah lainnya,” ucapnya.

Marcel juga mengungkapkan bahwa bukan hanya nama artis yang disebut oleh kuncen, tetapi juga sejumlah politikus.

“Biasanya menjelang pemilihan, ada juga tokoh politik yang disebut datang ke sana,” katanya.

Kuasa Hukum Sarwendah Beri Klarifikasi

Sementara itu, nama Sarwendah ikut ramai diperbincangkan setelah potongan video lawas terkait Gunung Kawi kembali viral di media sosial.

Kuasa hukum Sarwendah, Simon, memberikan klarifikasi bahwa video tersebut merupakan bagian dari proses syuting podcast bertema horor yang dilakukan beberapa tahun lalu.

Baca Juga  Doni Salmanan Resmi Bebas Bersyarat, Ini Fakta Lengkap Kasus dan Kewajibannya

Menurut Simon, kedatangan Sarwendah ke lokasi itu murni untuk kepentingan produksi konten bersama tim.

“Video itu diambil sekitar tahun 2021 atau 2022 saat klien kami melakukan syuting podcast bertema penelusuran horor,” jelas Simon.

Ia menambahkan, saat itu Sarwendah datang bersama beberapa anggota tim produksi, termasuk Jordi Onsu.

Pihak Sarwendah menilai isu yang berkembang saat ini telah mengarah pada fitnah dan merugikan nama baik kliennya.

“Pemberitaan seperti ini cukup merugikan karena nama klien kami disebut-sebut tanpa dasar yang jelas,” tegas Simon. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini