Jakarta, Sinata.id – Anggota Komisi XI DPR RI, M Hasanuddin Wahid, menyampaikan apresiasi atas keputusan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rahman yang memilih mengundurkan diri setelah gejolak pasar memicu penghentian sementara perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama dua hari berturut-turut.
Politikus yang akrab disapa Cak Udin tersebut menilai langkah itu mencerminkan tanggung jawab moral sekaligus sikap kenegarawanan dalam menghadapi tekanan pasar yang sedang terjadi. Menurutnya, keputusan tersebut patut dihormati.
“Itu adalah bentuk tanggung jawab. Saya sangat menghargai sikap kesatria Pak Iman dalam menyikapi kondisi pasar yang bergejolak,” ujar Cak Udin, Jumat (30/1/2026).
Ia menegaskan bahwa IHSG merupakan indikator utama kesehatan pasar modal dan perekonomian nasional. Pergerakannya tidak hanya berdampak bagi investor dalam negeri, tetapi juga menjadi barometer kepercayaan pelaku pasar global terhadap Indonesia. Karena itu, stabilitas serta kredibilitas BEI harus dijaga secara serius.
Sebelumnya, pasar saham domestik mengalami tekanan hebat pada Kamis (29/1/2026), ketika IHSG merosot hingga 10 persen dan sempat menyentuh level terendah harian di angka 7.481. Kondisi seperti itu memaksa BEI memberlakukan trading halt guna meredam kepanikan investor.
Penghentian sementara perdagangan tersebut, menjadi yang kedua secara beruntun. Sehari sebelumnya, Rabu (28/1/2026), BEI juga mengambil langkah serupa setelah IHSG terkoreksi lebih dari 8 persen dan turun ke kisaran level 7.600.
Menanggapi pergerakan indeks tersebut, analisis teknikal Bloomberg menyebutkan, IHSG mulai mendekati area support krusial. Secara teknikal, indeks dinilai berpeluang memantul jika mampu bertahan di sekitar level 7.770.
Apabila stabil di atas zona tersebut, peluang penguatan dinilai terbuka, dengan target terdekat di level psikologis 8.000 yang berfungsi sebagai resistance awal. Jika sentimen positif berlanjut, IHSG bahkan berpotensi melaju menuju area 8.400. (A18)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini