Jakarta, Sinata.id – Kabar mengenai kondisi kesehatan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa yang disebut tengah dirawat di rumah sakit menjadi perbincangan di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menkeu, Juda Agung mengaku belum mengetahui secara pasti informasi tersebut, namun berharap kondisi Purbaya dalam keadaan baik.
“Saya belum tahu. Insyaallah sehat, doakan saja,” ujarnya usai menghadiri acara Himpunan Alumni IPB, Sabtu (2/5/2026).
Meski demikian, Juda memastikan agenda konferensi pers APBN KiTa tetap akan digelar pada Rabu (6/5/2026). Sebelumnya, agenda tersebut sempat dijadwalkan pada 29 April, namun ditunda untuk menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi dari Badan Pusat Statistik pada 5 Mei agar penyampaian data lebih komprehensif.
Sempat Keluhkan Sakit Pinggang
Sebelumnya, Menkeu Purbaya sempat mengungkapkan kondisi kesehatannya saat menghadiri taklimat media pada 24 April 2026. Ia mengaku mengalami nyeri pada bagian pinggang hingga harus menjalani suntikan di beberapa titik agar tetap dapat beraktivitas.
Usai acara, ia terlihat kesulitan berdiri dan berjalan sehingga harus dibantu oleh ajudan. Purbaya juga menyebut rasa sakit yang dialaminya belum sepenuhnya pulih.
Profil dan Latar Belakang Pendidikan
Purbaya lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 7 Juli 1964. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada bidang Teknik Elektro.
Selanjutnya, ia melanjutkan studi ke Purdue University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Science (M.Sc.) serta Doctor of Philosophy (Ph.D.) di bidang Ekonomi. Latar belakang teknik dan ekonomi tersebut membentuk pendekatan analitisnya dalam merumuskan kebijakan.
Karier Profesional
Sebelum menjabat sebagai Menkeu, Purbaya memiliki pengalaman panjang di sektor swasta dan riset ekonomi. Ia pernah bekerja sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989–1994).
Selain itu, ia juga berkarier di Danareksa Research Institute sebagai Senior Economist (2000–2005) dan Chief Economist (2005–2013). Ia kemudian menjabat sebagai Direktur Utama PT Danareksa Securities (2006–2008) serta Anggota Direksi PT Danareksa (Persero) pada 2013–2015.
Sejak awal menjabat, Purbaya dikenal dengan gaya komunikasi yang lugas dan terbuka hingga dijuluki “Menteri Koboi”. Pendekatan ini dinilai tegas oleh pendukungnya, namun juga menuai kritik karena dianggap berpotensi memicu ketidakpastian di pasar.
Kebijakan Strategis Purbaya
Selama menjabat, sejumlah kebijakan Purbaya menjadi sorotan publik, di antaranya:
- Strategi “Liquidity First”
Pemerintah mengalirkan sekitar Rp200 triliun ke bank-bank Himbara untuk meningkatkan likuiditas, mendorong kredit ke sektor riil, serta mempercepat perputaran ekonomi. - Tidak Menaikkan Cukai Rokok 2026
Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi industri tembakau, penyerapan tenaga kerja, serta daya beli masyarakat yang masih dalam pemulihan. - Penindakan Rokok Ilegal
Pemerintah memperketat pengawasan distribusi rokok ilegal hingga ke tingkat warung, sekaligus membuka peluang formalisasi pelaku usaha ilegal. - Pembentukan Satgas Debottleneck
Satgas ini bertugas mengatasi hambatan regulasi dan mempercepat proyek pemerintah guna mendukung pertumbuhan ekonomi. - Reformasi Internal Kemenkeu
Langkah mencopot dua direktur jenderal dinilai sebagai sinyal tegas percepatan reformasi birokrasi dan penegasan pentingnya kinerja.
Kabar mengenai kondisi kesehatan Purbaya hingga kini belum mendapat konfirmasi resmi lebih lanjut. Namun, pemerintah memastikan aktivitas kementerian tetap berjalan sebagaimana mestinya. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini