Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Trending

Menkomdigi Sebut Video Amien Rais Hoaks dan Pembunuhan Karakter terhadap Prabowo

menkomdigi sebut video amien rais hoaks dan pembunuhan karakter terhadap prabowo
Amien Rais. (istimewa)

Jakarta, Sinata.id – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menanggapi video yang diunggah Amien Rais di kanal YouTube pribadinya terkait kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Meutya menilai konten tersebut sebagai bentuk pembunuhan karakter yang mengandung fitnah dan serangan personal.

Advertisement

“Kementerian Komunikasi dan Digital telah mengidentifikasi sebaran video yang memuat narasi fitnah, pembunuhan karakter, dan serangan personal yang ditujukan kepada Presiden RI,” ujar Meutya dalam keterangan melalui akun Instagram resmi @kemkomdigi, Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, isi video tersebut tergolong hoaks dan mengandung ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut adalah hoaks, fitnah, serta mengandung ujaran kebencian. Narasi yang dibangun tidak memiliki dasar fakta dan merupakan upaya provokasi yang dapat menimbulkan kegaduhan publik,” tegasnya.

Baca Juga  Reshuffle Kabinet Prabowo: Stabilitas Lebih Penting daripada Euforia Politik

Ia juga menekankan bahwa ruang demokrasi digital seharusnya digunakan untuk adu gagasan, bukan sebagai sarana menyebarkan kebencian atau menyerang martabat seseorang.

Lebih lanjut, Meutya menyatakan pihaknya akan mengambil langkah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia mengingatkan bahwa pihak yang memproduksi maupun menyebarkan konten tersebut dapat dikenai sanksi hukum.

“Setiap pihak yang secara sadar membuat, mendistribusikan, atau mentransmisikan konten tersebut berpotensi melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 1 Tahun 2024, khususnya Pasal 27A dan Pasal 28 ayat (2),” jelasnya.

Sementara itu, video berjudul “Jauhkan Istana dari Skandal Moral” yang diunggah di kanal YouTube Amien Rais diketahui sudah tidak dapat diakses.

Baca Juga  Janji Besar Prabowo di Malang: Ongkos Haji Lebih Murah

Respons Partai Ummat

Ketua DPP Partai Ummat, Aznur Syamsu, menegaskan bahwa pernyataan Amien Rais merupakan sikap pribadi dan tidak mewakili partai.

“Itu pernyataan pribadi Pak Amien, tidak ada kaitannya dengan Partai Ummat,” ujarnya.

Aznur juga menyayangkan pernyataan tersebut, mengingat Amien Rais merupakan tokoh nasional.

“Kami menyayangkan pernyataan seperti itu dari Pak Amien Rais,” katanya.

Sorotan dari Wamensos

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) yang juga Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Agus Jabo Priyono, turut menanggapi polemik tersebut.

Ia menilai kritik terhadap program pemerintah belakangan ini cenderung bergeser dari substansi menjadi serangan personal yang dilandasi prasangka.

“Karena secara programatik tidak ada celah, maka muncul upaya dari sejumlah pihak untuk menyerang secara personal,” ujarnya.

Baca Juga  Video Viral 7 Menit “Ibu Tiri vs Anak Tiri”, Fakta dan Risikonya Terungkap

Agus Jabo juga mengingatkan bahwa pola serangan semacam ini berpotensi menjadi pengalihan isu yang dapat memecah belah masyarakat.

“Ini pengalihan isu klasik. Membawa isu moralitas dan agama ke ruang publik secara tidak tepat sangat berbahaya,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga ruang publik tetap sehat dan fokus pada kepentingan rakyat serta keberlanjutan program strategis pemerintah. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini