Info Market CPO
๐Ÿ—“ Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K โ€ข 0.5K โ€ข 0.2K โ€ข 2.6K โ€ขDMI โ€ข DMI โ€ข LOCO PARINDU โ€ข FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K ยท DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K ยท DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K ยท LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K ยท FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
๐Ÿ‘ฅSumber: Internal Market CPO
Model
Religi

Menjelang Ibadah Minggu, Saat Teduh Abba Home Family Renungkan Firman Sebagai Sumber Hidup

kekuatan kesepakatan: rahasia meraih kemenangan mustahil dalam hidup
PS. Dion Ponomban

Oleh: PS Dion Panomban

Menjelang ibadah Minggu, Abba Home Family kembali mengarahkan jemaat untuk menenangkan hati melalui saat teduh pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Advertisement

Renungan ini menegaskan Firman Tuhan sebagai dasar kehidupan orang percaya, sebagaimana dinyatakan dalam Yohanes 1:1โ€“4 bahwa Firman telah ada sejak semula, bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. Di dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang manusia. Kebenaran ini mengajak setiap orang percaya untuk merenungkan mengapa Firman disebut sebagai hidup dan terang, serta apa dampaknya apabila Firman tidak sungguh hadir dan dihidupi dalam keseharian.

Firman Tuhan kemudian mengingatkan tentang kepastian hari Tuhan yang akan datang seperti pencuri.

Baca Juga  Rahasia Pengangkatan dari Tuhan: Ketika Tongkat Kering Berbuah dalam Semalam

Gambaran ini menekankan bahwa kedatangan Tuhan terjadi secara tiba-tiba dan menuntut kewaspadaan iman. Rasul Petrus menjelaskan bahwa pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat, unsur-unsur dunia akan hangus, dan bumi beserta segala isinya akan hilang. Kenyataan ini membawa perenungan serius: jika segala sesuatu akan hancur, di manakah manusia menaruh harapan dan sandaran hidupnya?

Baca juga:Saat Teduh Jumat: Belajar Memahami Kefanaan Hidup dan Kemuliaan Kekal

Kesadaran akan kefanaan dunia menuntut sikap hidup yang benar.

Firman Tuhan menegaskan bahwa orang percaya dipanggil untuk hidup suci dan saleh. Hal ini menuntun refleksi tentang bagaimana seharusnya sikap hidup dijalani saat ini, agar iman tidak hanya menjadi pengakuan, melainkan tercermin dalam ketaatan dan perbuatan sehari-hari.

Baca Juga  Ciri Orang Benar di Usia Senja: Tetap Berbuah dan Setia Mengandalkan Tuhan

Lebih lanjut, Firman Tuhan menyatakan bahwa orang percaya bukan hanya menantikan, tetapi juga mempercepat kedatangan hari Allah. Pernyataan ini menegaskan bahwa kehidupan yang taat, benar, dan berkenan kepada Tuhan merupakan wujud nyata partisipasi orang percaya dalam rencana-Nya, sekaligus menjadi kesaksian iman di tengah dunia.

Firman Tuhan juga memberikan pengharapan akan janji langit dan bumi yang baru, tempat kebenaran berdiam. Dalam penantian akan janji tersebut, orang percaya diajak merenungkan bagaimana hidup yang berkenan kepada Tuhan seharusnya dijalani, yakni hidup tak bercacat, tak bernoda, serta berada dalam perdamaian dengan Dia. Seluruh perenungan ini akhirnya bermuara pada pertanyaan pribadi yang mendalam: sudahkah setiap orang hidup dalam kekudusan, perdamaian, dan kesiapan iman apabila Tuhan datang pada saat yang tidak terduga?

Baca Juga  Berjalan dalam Ketaatan, Hidup dalam Berkat

Baca juga:Saat Teduh Abba Home Family: Harmoni Keluarga Menjadi Kunci Hadirat dan Berkat Allah

Saat teduh ini menegaskan bahwa Firman Tuhan adalah sumber hidup yang menerangi perjalanan iman. Hidup yang berakar pada Firman akan membentuk kewaspadaan, ketaatan, dan pengharapan yang benar.

Dengan demikian, setiap orang percaya dipanggil untuk terus hidup setia dan berkenan, sambil mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan. (A27)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini