Oleh: Pastor Dion Panomban
Pentingnya menjaga keharmonisan hubungan dalam keluarga kembali ditegaskan dalam kegiatan Saat Teduh Abba Home Family yang dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Dalam perenungan tersebut, disampaikan bahwa selain membangun hubungan yang intim dengan Tuhan melalui doa, penyembahan, dan pembacaan Alkitab, relasi antaranggota keluarga juga memiliki peranan yang tidak kalah penting dalam kehidupan orang percaya.
Ditekankan bahwa kualitas hubungan dalam keluarga mencerminkan kondisi hubungan seseorang dengan Tuhan. Hubungan keluarga yang harmonis tidak mungkin terwujud apabila relasi dengan Tuhan mengalami keretakan. Oleh karena itu, keluarga dipandang sebagai tempat pertama dan utama untuk mengaplikasikan nilai-nilai iman Kristen secara nyata.
Dalam perenungan tersebut dijelaskan bahwa keluarga yang hidup dalam kesatuan dan keharmonisan akan menjadi tempat kediaman Allah. Hal ini sejalan dengan Mazmur 133:1-3 yang menyatakan betapa baik dan indahnya hidup rukun bersama, karena di sanalah Tuhan memerintahkan berkat dan kehidupan.
Keharmonisan digambarkan sebagai embun Gunung Hermon serta minyak urapan yang mengalir, melambangkan kesejukan, pemulihan, dan kehadiran Allah.
Sebagai dasar pembelajaran, peserta diajak merenungkan firman Tuhan dari Matius 18:15-20, yang mengajarkan tentang pentingnya disiplin rohani, penyelesaian konflik secara bijaksana, serta kekuatan kesepakatan dalam komunitas orang percaya.
Firman tersebut menegaskan bahwa penyelesaian dosa dan konflik harus dimulai secara pribadi, dilanjutkan dengan melibatkan saksi, dan bila perlu dibawa ke dalam persekutuan jemaat.
Selain itu, ditegaskan pula bahwa kesepakatan dalam doa memiliki kuasa rohani yang besar. Yesus menyatakan bahwa permohonan yang disepakati bersama akan dikabulkan oleh Bapa di surga, serta kehadiran-Nya nyata di tengah dua atau tiga orang yang berkumpul dalam nama-Nya.
Melalui sesi pertanyaan perenungan, jemaat diajak untuk mengevaluasi sejauh mana kesepakatan telah diterapkan dalam keluarga dan gereja, serta memahami mengapa kesepakatan sering kali sulit terwujud. Kesepakatan dipahami sebagai kesatuan hati, pikiran, dan tujuan yang selaras dengan kehendak Tuhan.
Kegiatan Saat Teduh Abba Home Family ini diharapkan dapat mendorong setiap keluarga Kristen untuk terus membangun hubungan yang sehat, saling menegur dalam kasih, hidup dalam kesepakatan, dan menjadikan keluarga sebagai rumah yang berkenan bagi hadirat Allah.
Kegiatan rohani ini ditutup dengan ajakan untuk tetap setia menjalani saat teduh secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. (A27)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini