“Bung Karno sebagai seorang engineer bukan hanya membangun masjidnya, tetapi seluruh fasilitas yang berkaitan dengan masjid juga disiapkan termasuk fasilitas penyembelihan,” jelasnya.
Selaras dengan program ekoteologi Kementerian Agama, Nasaruddin memastikan proses penyembelihan tidak akan mencemari lingkungan sekitar.
Ia menegaskan tidak akan ada limbah darah hewan kurban yang mengalir ke sungai.
“Insya Allah tidak akan ada pencemaran, tidak ada setetes darah hewan mengalir ke sungai,” tegasnya.
Ia menambahkan, area penyembelihan akan langsung dibersihkan setelah proses pemotongan selesai. Sementara limbah organik seperti kotoran hewan akan diolah menjadi pupuk.
Pada Iduladha tahun ini, Masjid Istiqlal menerima 27 ekor sapi kurban yang berasal dari berbagai pihak, termasuk Artha Graha Internasional dan MNC Peduli.
Menag juga mengapresiasi tingginya partisipasi lintas agama dalam pelaksanaan kurban di Istiqlal.
Bahkan, hewan kurban turut disumbangkan oleh komunitas nonmuslim, termasuk dari Gereja Katedral Jakarta.
“Ini satu bukti bahwa Istiqlal telah merajut sebuah konsep toleransi yang sangat indah,” pungkas Nasaruddin Umar. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini