Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Pematangsiantar

Libur Nataru, Pusat Kuliner di Siantar Diserbu Pemudik

momen liburan natal dan tahun baru, pusat kuliner di kota pematangsiantar diserbu pemudik.
Tampak pengunjung penuh di Kedai Kopi Kok Tong Jl. Cipto momen Natal dan Tahun Baru

Pematangsiantar, Sinata.id – Momen liburan Natal dan Tahun Baru, pusat kuliner di Kota Pematangsiantar diserbu pemudik.

Pusat kuliner sepanjang Jl. Cipto, terutama perempatan Jl. Wahidin terlihat sesak dipenuhi pengunjung.

Advertisement

Demikian juga dengan Jl. Surabaya, Jl. Gereja, dan beberapa pusat kuliner lainnya.

Mayoritas pengunjung berasal dari pemudik yang datang dari luar kota. Hal ini terlihat dari kendaraan yang mereka pakai mayoritas berplat B, BM, D, BL, dan lainnya.

Akibatnya, ruas jalan menuju tempat makan dan minum di Siantar pun terlihat macet.

Beberapa tempat makan dan minum juga terlihat penuh sesak seperti Kok Tong, Bakmi Gajah, Mawar, Polonia, dan lainnya.

Ricardo Malau, seorang pemudik dari Pekanbaru, terlihat antri bersama keluarga untuk mendapat tempat duduk di Kok Tong Jl. Cipto.

Baca Juga  APBD Siantar Tahun 2026 Disepakati, Belanja Rp1,021 Triliun

Ia mengatakan baru datang ke Siantar tanggal 24 Desember 2025 lalu bersama keluarga.

“Kalau ke Siantar wajib makan di Jl. Cipto karena makanannya enak-enak. Walaupun harus antri ya nggak apa-apa,” kata Malau.

Hal yang sama disampaikan Horas Marpaung yang datang dari Jakarta.

Dia mengatakan rutin pulang ke tanah kelahirannya di Siantar setiap tahun.

“Dan setiap pulang pasti akan singgah di tempat makan favorit seperti Silindung, Awai, atau Kok Tong. Itu sudah seperti ritual wajib,” katanya.

Dia mengatakan tak ada yang bisa mengalahkan rasa makanan di Siantar dibanding daerah-daerah lain yang pernah dia singgahi.

“Makanan di Siantar ini semuanya enak, benar-benar bikin rindu. Karena itu kalau udah pulang ke Siantar wajib makan dan pasti pulang dari Siantar ini berat badan bertambah karena makan terus,” katanya tertawa.

Baca Juga  Natal Oikumene Pematangsiantar Diadakan di GOR Suzuya

Meski demikian, ia mengkritik banyaknya pengamen dan penjual asongan yang terkesan memaksa pengunjung untuk membeli.

“Ini membuat kita merasa kurang nyaman. Apalagi ada penjual kacang yang terkesan memaksa untuk dibeli. Kalau kita tidak beli, dia nggak akan pergi dari meja kita. Kita jadi nggak nyaman,” ujarnya.

Dia berharap Pemerintah Kota Pematangsiantar memberi edukasi kepada pengamen atau penjual makanan agar bersikap lebih baik.

“Karena bagaimana pun andalan Kota Pematangsiantar ini adalah kuliner. Pelayanan dan kenyamanan pengunjung menjadi prioritas,” ucapnya menutup pembicaraan kepada Sinata, Minggu (28/12/2025). (*)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini