Pematangsiantar, Sinata.id – Momen liburan Natal dan Tahun Baru, pusat kuliner di Kota Pematangsiantar diserbu pemudik.
Pusat kuliner sepanjang Jl. Cipto, terutama perempatan Jl. Wahidin terlihat sesak dipenuhi pengunjung.
Demikian juga dengan Jl. Surabaya, Jl. Gereja, dan beberapa pusat kuliner lainnya.
Mayoritas pengunjung berasal dari pemudik yang datang dari luar kota. Hal ini terlihat dari kendaraan yang mereka pakai mayoritas berplat B, BM, D, BL, dan lainnya.
Akibatnya, ruas jalan menuju tempat makan dan minum di Siantar pun terlihat macet.
Beberapa tempat makan dan minum juga terlihat penuh sesak seperti Kok Tong, Bakmi Gajah, Mawar, Polonia, dan lainnya.
Ricardo Malau, seorang pemudik dari Pekanbaru, terlihat antri bersama keluarga untuk mendapat tempat duduk di Kok Tong Jl. Cipto.
Ia mengatakan baru datang ke Siantar tanggal 24 Desember 2025 lalu bersama keluarga.
“Kalau ke Siantar wajib makan di Jl. Cipto karena makanannya enak-enak. Walaupun harus antri ya nggak apa-apa,” kata Malau.
Hal yang sama disampaikan Horas Marpaung yang datang dari Jakarta.
Dia mengatakan rutin pulang ke tanah kelahirannya di Siantar setiap tahun.
“Dan setiap pulang pasti akan singgah di tempat makan favorit seperti Silindung, Awai, atau Kok Tong. Itu sudah seperti ritual wajib,” katanya.
Dia mengatakan tak ada yang bisa mengalahkan rasa makanan di Siantar dibanding daerah-daerah lain yang pernah dia singgahi.
“Makanan di Siantar ini semuanya enak, benar-benar bikin rindu. Karena itu kalau udah pulang ke Siantar wajib makan dan pasti pulang dari Siantar ini berat badan bertambah karena makan terus,” katanya tertawa.
Meski demikian, ia mengkritik banyaknya pengamen dan penjual asongan yang terkesan memaksa pengunjung untuk membeli.
“Ini membuat kita merasa kurang nyaman. Apalagi ada penjual kacang yang terkesan memaksa untuk dibeli. Kalau kita tidak beli, dia nggak akan pergi dari meja kita. Kita jadi nggak nyaman,” ujarnya.
Dia berharap Pemerintah Kota Pematangsiantar memberi edukasi kepada pengamen atau penjual makanan agar bersikap lebih baik.
“Karena bagaimana pun andalan Kota Pematangsiantar ini adalah kuliner. Pelayanan dan kenyamanan pengunjung menjadi prioritas,” ucapnya menutup pembicaraan kepada Sinata, Minggu (28/12/2025). (*)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini