Havana, Sinata.id – Kuba kembali mengalami pemadaman listrik nasional untuk kedua kalinya dalam sepekan.
Krisis ini menyebabkan lebih dari 10 juta warga di seluruh pulau tersebut kehilangan akses listrik.
Kementerian Energi Kuba menyatakan bahwa sistem kelistrikan nasional mengalami gangguan total.
“Pemutusan total sistem listrik nasional telah terjadi. Protokol pemulihan sedang diterapkan,” demikian pernyataan resmi kementerian melalui media sosial, dikutip dari CNN, Minggu (22/3/2026).
Pemadaman ini terjadi hanya beberapa hari setelah gangguan serupa pada Senin (16/3/2026). Kondisi tersebut memperlihatkan semakin rapuhnya sistem energi Kuba, terutama sejak terganggunya pasokan bahan bakar dari Venezuela akibat kebijakan Amerika Serikat (AS).
Sebelum pemadaman terbaru, perusahaan listrik milik negara telah memperkirakan defisit daya mencapai 1.704 megawatt pada puncak penggunaan listrik Sabtu malam.
Krisis energi ini berdampak luas, mulai dari terganggunya layanan kesehatan dan pendidikan hingga terhambatnya distribusi hasil pertanian.
Presiden AS, Donald Trump, dalam beberapa pekan terakhir kerap menyinggung kondisi Kuba. Ia bahkan melontarkan pernyataan kontroversial terkait kemungkinan “mengambil alih” negara tersebut.
Di sisi lain, Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel, menyatakan pemerintahnya tengah bersiap menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk potensi tekanan dari luar negeri.
Meski demikian, pemerintah Kuba menegaskan tidak akan bernegosiasi terkait sistem politiknya, meskipun terbuka untuk pembahasan mengenai pasokan energi.
Kuba telah lama berada di bawah embargo ekonomi AS sejak Fidel Castro menggulingkan rezim Fulgencio Batista pada 1959.
Negara tersebut pernah mengalami krisis serupa pada awal 1990-an, yang dikenal sebagai “Periode Khusus”, setelah runtuhnya Uni Soviet.
Kondisi saat ini dinilai tidak kalah berat. Kekurangan bahan bakar dari negara pemasok seperti Meksiko dan Venezuela membuat sektor pariwisata hampir lumpuh, layanan publik terganggu, serta aktivitas ekonomi masyarakat terhambat.
Pemerintah Kuba kini berupaya memulihkan sistem kelistrikan nasional, namun belum ada kepastian kapan pasokan listrik dapat kembali normal sepenuhnya. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini