Teheran, Sinata.id – Klaim Iran yang menyatakan telah menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln milik Amerika Serikat (AS) menuai perhatian dunia.
Namun, militer AS menegaskan kabar tersebut tidak benar dan kapal induk masih beroperasi normal di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan bahwa militer mereka meluncurkan rudal jelajah ke kapal induk Angkatan Laut AS tersebut. Pejabat militer Iran bahkan mengklaim USS Abraham Lincoln berada dalam jangkauan sistem persenjataan mereka.
Menanggapi hal ini, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memberikan bantahan resmi. “USS Abraham Lincoln tetap menjalankan operasi seperti biasa dan tidak mengalami kerusakan,” tegas pihak militer AS, seperti dilansir Sabtu (4/4/2026).
Sejumlah laporan independen juga belum menemukan bukti yang mendukung klaim Iran. Hingga saat ini, tidak ada verifikasi dari pihak ketiga yang menunjukkan kapal induk tersebut menjadi sasaran serangan.
Ini bukan pertama kalinya Iran mengeluarkan klaim serupa. Dalam beberapa bulan terakhir, Teheran beberapa kali menyatakan telah meluncurkan serangan rudal maupun drone ke arah aset militer AS di kawasan, namun klaim tersebut berulang kali dibantah Pentagon.
Kapal Induk USS Abraham Lincoln Siaga Tinggi
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terus meningkat, terutama di jalur strategis seperti Teluk Oman dan Selat Hormuz. Pengerahan kapal induk dan sistem pertahanan tambahan oleh AS menunjukkan status keamanan yang siaga tinggi.
Para pengamat menilai, perang informasi juga memperkeruh situasi. Klaim sepihak tanpa verifikasi berpotensi memicu kesalahpahaman dan meningkatkan risiko eskalasi konflik.
Hingga kini, fakta yang dapat dipastikan adalah USS Abraham Lincoln masih beroperasi normal, sementara klaim Iran belum terverifikasi secara independen.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim menembakkan empat rudal Ghadr ke kapal induk AS tersebut, serta melancarkan serangan rudal balistik terhadap pertemuan teknisi dan pilot AS di dekat pangkalan Uni Emirat Arab (UEA). Sistem pertahanan udara IRGC juga dilaporkan menembak jatuh sebuah jet tempur yang jatuh di antara Pulau Qeshm dan Hengam di Teluk Persia.
Iran mengklaim serangan ini sebagai balasan atas operasi militer gabungan AS dan Israel pada 28 Februari. Menurut klaim Iran, serangan pertama menewaskan sejumlah pemimpin militer, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dan merusak sebuah sekolah perempuan di Iran selatan. Iran memperkirakan korban tewas akibat serangan tersebut lebih dari 1.200 orang. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini