Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Kisah Pria Surabaya Kena Kanker Ginjal di Usia 35, Awalnya Hanya Nyeri Perut hingga Harus Angkat Ginjal

kisah pria surabaya kena kanker ginjal di usia 35, awalnya hanya nyeri perut hingga harus angkat ginjal
Tangkapan Layar TikTok @rizalfuel (Istimewa)

Surabaya, Sinata.id – Kisah seorang pria asal Surabaya, Mohammad Rizal Putra Hadi, menjadi pengingat penting akan bahaya kanker ginjal yang kerap datang tanpa gejala awal yang jelas.

Pria berusia 35 tahun itu harus menjalani hidup dengan satu ginjal setelah didiagnosis menderita kanker ganas. Melalui akun TikTok miliknya, Rizal membagikan pengalaman awal saat merasakan gejala yang ternyata menjadi tanda penyakit serius.

Advertisement

Awalnya, Rizal tidak merasakan keluhan berarti. Namun secara tiba-tiba, ia mengalami nyeri hebat di perut bagian kanan yang menjalar hingga ke punggung. Rasa sakit tersebut bahkan membuatnya kesulitan bergerak.

“Sakitnya luar biasa, sampai hampir pingsan. Mau ke kamar mandi saja harus merangkak,” ungkapnya.

Baca Juga  Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Kenali Kanker Ginjal dan Gejalanya

Kondisinya yang semakin memburuk membuat Rizal dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pemeriksaan awal sempat mengarah pada dugaan batu ginjal berukuran sekitar 3 cm.

Namun, karena hasil pemeriksaan belum meyakinkan, Rizal memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan CT scan di rumah sakit lain. Hasilnya mengejutkan, massa di ginjalnya telah berkembang pesat menjadi 8 cm dalam waktu kurang dari dua bulan.

Dokter kemudian memastikan bahwa Rizal mengidap kanker ginjal dan menyarankan tindakan operasi pengangkatan ginjal kanan. Keputusan ini diambil karena pertumbuhan tumor yang sangat cepat dan berisiko tinggi.

Pada November 2025, Rizal menjalani operasi pengangkatan ginjal. Saat itu, ukuran tumor bahkan telah mencapai sekitar 18 cm.

Baca Juga  Prabowo Didesak Bentuk Tim Independen Usut Kematian Pengemudi Ojol Affan

Dari hasil diagnosis lanjutan, diketahui bahwa ia menderita kanker ginjal stadium 4 jenis sarkoma—jenis kanker langka yang berkembang dari jaringan ikat seperti otot, saraf, dan pembuluh darah.

Dalam kasusnya, kanker tersebut juga telah menyebar (metastasis) ke tulang panggul, sehingga penanganan tidak lagi menggunakan kemoterapi, melainkan terapi obat target seperti Pazopanib.

Meski harus menjalani hidup dengan satu ginjal, Rizal tetap berusaha menjalani aktivitas dan pengobatan secara rutin.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa gejala ringan seperti nyeri perut yang tidak biasa sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan dini sangat penting untuk mendeteksi penyakit serius sebelum berkembang lebih jauh.(A07)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini