Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Kisah Nyata Prajurit TNI Jadi Miliarder Berkat SDSB

kisah nyata prajurit tni jadi miliarder berkat sdsb
Ilustrasi TNI kaya mendadak (Istimewa)

Jakarta, Sinata.id –Nasib baik bisa datang tanpa diduga. Hal ini dialami Kapten Marinir Suseno, seorang pra⁸jurit TNI, yang mendadak menjadi kaya raya setelah memenangkan hadiah besar dalam undian Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB).

Peristiwa mengubah hidup Suseno terjadi pada 7 Mei 1991, saat ia dipanggil langsung oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Sudomo, untuk menerima hadiah uang tunai yang fantastis. Keberuntungan ini datang bukan dari prestasi militer, melainkan dari kupon SDSB yang dibelinya seharga Rp5.000.

Advertisement

Berdasarkan laporan Suara Pembaruan edisi 8 Mei 1991, Suseno berhasil meraih Rp1 miliar dari SDSB periode ke-14. Kemenangan ini langsung mengubah hidupnya dari prajurit biasa menjadi miliarder, sebuah prestasi finansial yang luar biasa pada masanya.

Baca Juga  KSPI dan Partai Buruh Gelar Aksi May Day 2026 di 38 Provinsi

Nilai Fantastis Rp1 Miliar pada 1991

Uang Rp1 miliar pada 1991 memiliki daya beli yang sangat besar. Sebagai perbandingan:

Harga rumah di kawasan elit Pondok Indah, Jakarta, saat itu hanya Rp80 juta per unit, sehingga Suseno bisa membeli 12 rumah sekaligus.

Harga emas hanya Rp20 ribu per gram, artinya Rp1 miliar setara dengan 50 kg emas. Jika dikonversi ke harga emas saat ini (Rp1 juta per gram), nilai tersebut setara Rp50 miliar.

Dengan kekayaan sebesar itu, Suseno bisa menikmati hidup tanpa bekerja seumur hidupnya.

Mengenal Undian SDSB

SDSB adalah program resmi Kementerian Sosial era Pemerintahan Soeharto, berlaku sejak 1 Januari 1989. Program ini dirancang untuk menarik dana dari masyarakat dan mengalokasikannya untuk pembangunan, sambil menawarkan hadiah uang tunai terbesar hingga Rp1 miliar.

Baca Juga  Gugur di Misi Perdamaian, 3 Prajurit TNI Dimakamkan dengan Penghormatan Militer

Cara ikutannya mudah: beli kupon, tunggu pengumuman pemenang yang biasanya dilakukan setiap Rabu malam lewat radio, dan jika nomor sesuai, peserta berhak mendapatkan hadiah. Namun peluang menang sangat kecil, hanya 1-2 orang dari jutaan peserta, menjadikan pemenang seperti Suseno sangat istimewa.

Popularitas SDSB membuat berbagai kalangan, mulai petani hingga prajurit TNI, ikut berlomba membeli kupon. Tak jarang mereka bahkan meminta bantuan dukun untuk menebak nomor pemenang.

Kontroversi dan Akhir SDSB

Meski banyak orang mendadak kaya, SDSB dianggap mirip perjudian. Aktivis Sri Bintang Pamungkas dalam bukunya Ganti Rezim Ganti Sistim (2014) menilai SDSB seperti “judi yang dilegalkan pemerintah”. Karena kontroversi dan protes dari masyarakat, program ini akhirnya dihentikan pada 1993.

Baca Juga  Prajurit TNI Juara Hafalan Al-Qur’an 30 Juz di Libya

Kisah Kapten Suseno menjadi bukti nyata bagaimana keberuntungan bisa mengubah hidup seseorang secara drastis, bahkan hanya dengan membeli kupon seharga Rp5.000.

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini