Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

KSPI dan Partai Buruh Gelar Aksi May Day 2026 di 38 Provinsi

kspi dan partai buruh gelar aksi may day 2026 di 38 provinsi
Presiden KSPI dan Partai Buruh, Said Iqbal. (sinpo)

Jakarta, Sinata.id – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh akan menggelar aksi demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026.

Presiden KSPI dan Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan bahwa aksi tersebut akan dilaksanakan secara serentak di 38 provinsi, mencakup lebih dari 350 kabupaten/kota, dan diikuti ratusan ribu buruh.

Advertisement

Khusus di wilayah Jabodetabek, aksi akan dipusatkan di depan Gedung DPR RI mulai pukul 10.00 WIB. Sementara di daerah lain, aksi akan berlangsung di kantor pemerintah daerah serta gedung DPRD provinsi maupun kabupaten/kota.

“Pada 1 Mei, KSPI dan Partai Buruh akan melakukan aksi secara serentak di seluruh Indonesia. Ratusan ribu buruh akan terlibat, dan kami tidak bergabung dengan aksi serikat buruh lainnya,” ujar Said Iqbal dalam konferensi pers daring, Senin (6/4/2026).

Baca Juga  DPR Pastikan Layanan BPJS PBI Tetap Jalan, Dorong Perbaikan Tata Kelola Demi Hak Masyarakat

Ia menyebutkan, aksi di berbagai daerah akan digelar di sejumlah kota besar seperti Bandung, Surabaya, Semarang, Serang, Yogyakarta, Medan, Batam, Lampung, Banjarmasin, Samarinda, Pontianak, Makassar, Gorontalo, Morowali, Ambon, Ternate, Jayapura, Mataram, Lombok, hingga Kupang.

Di Jabodetabek, aksi diperkirakan diikuti sekitar 50.000 buruh. Sementara di daerah lain, jumlah peserta mencapai ratusan ribu orang.

Enam Tuntutan Buruh

Dalam aksi May Day 2026, KSPI dan Partai Buruh kembali mengusung enam tuntutan utama:

Mendesak pengesahan RUU Ketenagakerjaan.

Menghapus sistem outsourcing dan menolak upah murah.

Menghentikan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).

Mendorong reformasi perpajakan, termasuk kenaikan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi Rp7,5 juta per bulan.

Baca Juga  Prabowo Pangkas Potongan Ojol Jadi Maksimal 8 Persen, Driver Sambut Positif di May Day 2026

Mendesak pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).

Mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset untuk pemberantasan korupsi.

Said Iqbal menilai, tuntutan tersebut masih sama seperti tahun sebelumnya, yang menunjukkan bahwa persoalan buruh belum mendapatkan perhatian serius.

Ia juga mengingatkan janji Presiden Prabowo Subianto terkait penghapusan sistem outsourcing yang hingga kini belum terealisasi.

Selain itu, Said menyoroti potensi meningkatnya ancaman PHK akibat kondisi global, termasuk konflik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga energi dan biaya produksi.

Ia memastikan, aksi May Day 2026 akan berlangsung secara damai dan tertib. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini