Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Kisah Kelam Korban Neraka Scam Online di Kamboja, Dipaksa Lari Ratusan Putaran

terungkap kisah korban tppo di kamboja yang dijebak perdagangan orang dan dipaksa bekerja sebagai scam online. gagal target berujung penyiksaan fisik oleh jaringan internasional.
Komplek scam di Kamboja. (Ist)

Sinata.id – Praktik keji tindak pidana perdagangan orang (TPPO) kembali terkuak setelah sembilan warga negara Indonesia yang menjadi Korban TPPO di Kamboja mengungkap pengalaman pahit mereka.

Dijebak dengan janji pekerjaan bergaji tinggi, para korban justru dipaksa bekerja sebagai operator scam online dan mengalami penyiksaan fisik berulang karena gagal memenuhi target yang ditetapkan jaringan perdagangan orang lintas negara.

Advertisement

Aparat penegak hukum mengungkap, para korban dipaksa menjalani hukuman fisik ekstrem ketika gagal memenuhi target kerja sebagai operator scam online.

Baca Juga: Ribuan WNI Nekat ke Kamboja Demi Gaji Tinggi, Meski Banyak yang Pulang Tinggal Nama

Bentuk penyiksaan itu beragam—mulai dari push-up, sit-up, hingga hukuman paling menyiksa: berlari ratusan putaran mengelilingi lapangan futsal tanpa henti.

Baca Juga  Sindikat Jual Bayi Terbongkar di Medan, Transaksi Lewat Media Sosial dan Libatkan Ibu Kandung

Informasi tersebut diperoleh dari sembilan WNI yang baru dipulangkan ke Tanah Air pada Jumat (26/12/2025).

Kesaksian mereka membuka tabir praktik kejam yang berlangsung sistematis di balik industri penipuan digital lintas negara.

Para Korban TPPO itu terdiri dari enam laki-laki dan tiga perempuan, berasal dari sejumlah daerah di Indonesia.

Salah satu di antaranya diketahui tengah mengandung enam bulan.

Meski kondisi fisik mereka dinyatakan stabil saat tiba di Indonesia, trauma psikis akibat penyiksaan masih membekas.

Baca Juga: Perang Thailand-Kamboja Berakhir Sementara Usai Gencatan Senjata Disepakati

Para korban awalnya berangkat ke Kamboja setelah ditawari pekerjaan sebagai operator komputer dengan iming-iming gaji jutaan rupiah per bulan.

Baca Juga  Influencer China ‘Sister Orange’ Ternyata Ditangkap di Kamboja, Terlibat Kasus 'Jagal Babi' dan Trafficking

Namun kenyataan berkata lain. Setibanya di lokasi, mereka justru dipaksa menjadi admin scam online dan aktivitas perjudian daring.

Target ketat dan tekanan berlapis membuat kekerasan menjadi “alat disiplin” yang lumrah.

Situasi mencekam itulah yang akhirnya mendorong para korban melapor ke perwakilan Indonesia di Phnom Penh pada akhir November 2025.

Mereka memilih berkumpul dan menolak kembali ke lokasi kerja karena ketakutan akan kekerasan lanjutan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim kepolisian bergerak ke Kamboja pertengahan Desember 2025 untuk melakukan penyelamatan sekaligus pendalaman kasus dugaan perdagangan orang.

Baca Juga: Mantan PM Malaysia Najib Razak Dijatuhi Hukuman 15 Tahun Penjara

Aparat kini membidik jaringan perekrut, pimpinan lapangan, hingga aktor utama yang menikmati keuntungan dari operasi scam online lintas negara.

Baca Juga  Thailand Putus Aliran Bahan Bakar dan Senjata ke Kamboja

Penyelidikan sementara mengarah pada dugaan keterlibatan sesama WNI sebagai perekrut, sementara operasional bisnis penipuan disebut dikendalikan oleh warga negara asing.

Aparat menegaskan komitmennya untuk membongkar tuntas rantai kejahatan ini dan memastikan perlindungan maksimal bagi setiap Korban TPPO.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak jelas asal-usulnya.

Di balik janji manis gaji besar, bisa tersembunyi praktik perdagangan orang yang berujung pada eksploitasi dan penyiksaan tanpa ampun. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini