Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Kepala BGN Sebut Program MBG Berimbas Penjualan Motor dan Mobil Melejit

kepala bgn sebut program mbg berimbas penjualan motor dan mobil melejit
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diklaim Badan Gizi Nasional ikut mendorong penjualan kendaraan sepanjang 2025. Kepala BGN menyebut meningkatnya daya beli pegawai SPPG menjadi salah satu faktor lonjakan motor dan mobil operasional. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah kini diklaim memberi dampak lebih luas dari sekadar pemenuhan gizi. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut program tersebut ikut menggerakkan roda ekonomi, khususnya di sektor penjualan kendaraan bermotor sepanjang 2025.

Pernyataan itu disampaikan Dadan dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat. Menurutnya, aktivitas masif di lapangan membuat daya beli ribuan pegawai unit MBG meningkat signifikan.

Advertisement

“Program ini menciptakan perputaran ekonomi. Tidak hanya bahan pangan, tetapi juga sektor lain seperti kendaraan. Sepeda motor 2025 mencapai sekitar 4,9 juta unit, dan salah satu pemicunya adalah MBG,” ujar Dadan, dikutip Sabtu (14/2/2026).

Baca Juga  Sri Mulyani Masuk Lingkaran Elite Bill Gates, Kini Penentu Arah Gates Foundation

Baca Juga: Hasil Pemeriksaan Tambang Martabe Akan Dipublikasikan Minggu Ini

Dadan menjelaskan, efek tersebut paling terasa di jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Di unit-unit inilah, ribuan tenaga kerja lokal direkrut untuk mengelola distribusi makanan.

Ia mengklaim, sekitar 60 persen pegawai SPPG kini mampu membeli sepeda motor dari penghasilan yang mereka terima.

“Kalau satu SPPG memiliki 50 pegawai, lebih dari separuhnya sekarang sudah bisa membeli motor. Ini menunjukkan peningkatan kesejahteraan yang nyata,” katanya.

Fenomena itu, menurut Dadan, memperlihatkan bahwa MBG bukan hanya program sosial, tetapi juga menjadi pemicu daya beli baru di masyarakat akar rumput.

Baca Juga  KDM Minta Warga Laporkan SPPG Nakal: Bisa Dipidana

Tak berhenti pada roda dua, Dadan juga mengungkap adanya peningkatan permintaan mobil operasional untuk mendukung aktivitas SPPG.

Dengan jumlah lebih dari 23 ribu unit SPPG di seluruh Indonesia, kebutuhan kendaraan logistik dan transportasi disebut ikut melonjak.

“Beberapa jenis kendaraan yang sebelumnya kurang diminati, kini justru dibeli untuk operasional. Ini menjadi peluang bagi industri otomotif,” jelasnya.

Selain otomotif, Dadan menyebut MBG juga mendorong pertumbuhan sektor lain seperti pertanian, UMKM, jasa distribusi, hingga usaha makanan lokal. Arus belanja dari program tersebut menciptakan efek ganda (multiplier effect) di daerah.

Namun, sejumlah pengamat menilai klaim tersebut perlu dikaji lebih lanjut dengan data industri yang lebih luas. Mereka mengingatkan bahwa penjualan kendaraan juga dipengaruhi faktor lain seperti promosi, kredit, hingga kondisi ekonomi makro.

Baca Juga  Program Makan Bergizi Gratis di Medan Dinilai Berjalan Efektif

Meski demikian, pemerintah tetap optimistis bahwa MBG telah membuka jalur ekonomi baru yang langsung menyentuh masyarakat.

“Ini bukan hanya soal makan gratis. Ini tentang bagaimana negara menggerakkan ekonomi dari bawah,” pungkas Dadan. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini