Papua, Sinata.id – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letjen TNI Lucky Avianto mengumumkan keberhasilan prajurit TNI dalam melumpuhkan 12 tokoh Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka sepanjang periode Januari hingga Mei 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Lucky Avianto saat memberikan keterangan pers di Timika, Sabtu (9/5/2026). Menurutnya, langkah itu dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya eskalasi kekerasan yang dilakukan kelompok separatis di sejumlah wilayah Papua.
“Kami menegaskan bahwa setiap operasi tetap mengedepankan aspek proporsionalitas dan perlindungan fasilitas publik,” ujar Lucky.
Adapun sejumlah tokoh yang disebut dilumpuhkan dalam operasi tersebut antara lain Yesias Mate, Army Kogoya, Bilip Kobak, Dinus Tigau, Manuel Yohanes Aimau, Hurbianus Murip, Alfon Sorry, Jeki Murib, Lau Gwijangge, Ket Gwijangge, Peltu Usmabul, dan Serlu Wonimbo.
Selain itu, Lucky juga menyebut terdapat tiga anggota OPM lainnya yang dilumpuhkan di wilayah Paniai dalam rangkaian operasi keamanan tersebut.
“Tiga anggota lainnya dilumpuhkan di wilayah Paniai,” katanya.
Dalam operasi tersebut, TNI mengklaim berhasil menyita puluhan senjata api, ratusan butir amunisi, senjata tajam, alat komunikasi, alat pengintai, dokumen, serta atribut separatisme berupa Bendera Bintang Kejora.
Meski demikian, operasi itu juga menimbulkan korban dari pihak TNI. Sejumlah prajurit dilaporkan gugur saat menjalankan tugas.
“Pengorbanan mereka adalah bukti nyata cinta tanpa batas kepada NKRI,” tegas Lucky.
Ia menegaskan keselamatan warga sipil tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasi yang dijalankan aparat keamanan di Papua.
“Bagi kami, melindungi nyawa warga sipil Papua adalah amanah suci yang tidak bisa ditawar. Setiap langkah kami berlandaskan Rules of Engagement yang ketat, memastikan tindakan tegas tetap menjunjung tinggi hukum, hak asasi manusia, dan etika kemanusiaan,” ujarnya.
Lucky mengatakan kondisi keamanan yang kondusif sangat penting agar masyarakat Papua dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman, termasuk kegiatan ekonomi dan pendidikan.
“Kami ingin memastikan mama-mama bisa ke pasar dengan tenang, anak-anak bisa sekolah dengan ceria, dan pembangunan di Papua terus berjalan tanpa gangguan,” katanya.
Kogabwilhan III juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi bohong atau hoaks terkait situasi keamanan di Papua.
“Mari kita rapatkan barisan, menjaga persatuan, dan bersama-sama mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera dalam pelukan ibu pertiwi,” ujar Lucky. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini