Oleh: Ps. Dion Panomban
Abba Home Family kembali menggelar saat teduh bersama pada Selasa, 20 Januari 2026, dengan mengangkat tema tentang kedahsyatan kesepakatan dalam kehidupan iman. Renungan ini menegaskan bahwa kesepakatan yang terbangun di tengah umat memiliki kuasa rohani yang sangat besar.
Alkitab bahkan mencatat bahwa ketika manusia sepakat dalam satu tujuan, tidak ada yang mustahil untuk terjadi.
Dalam pengantar renungan disampaikan bahwa iblis sangat memahami kuasa kesepakatan. Oleh karena itu, ia berusaha merusak persatuan umat Tuhan. Kesepakatan yang benar dapat menghadirkan berkat dan kuasa Allah, namun kesepakatan yang salah justru dapat membawa manusia menjauh dari kehendak-Nya.
Baca juga:Dipilih dalam Kelemahan: Panggilan Kesetiaan Mengikuti Kristus di Tengah Tantangan Iman
Pembacaan Firman Tuhan
Kejadian 11:1β7 (TB)
Adapun seluruh bumi satu bahasanya dan satu logatnya. Mereka menetap di tanah Sinear dan sepakat membangun sebuah kota serta menara yang puncaknya sampai ke langit. Tujuan mereka adalah mencari nama bagi diri sendiri agar tidak terserak ke seluruh bumi.
Namun Tuhan turun melihat kota dan menara itu, lalu berfirman:
βMereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.β
(Kejadian 11:6)
Firman Tuhan ini menegaskan bahwa kesatuan dan kesepakatan memiliki kuasa yang luar biasa. Akan tetapi, kesepakatan tersebut menjadi masalah karena tidak dibangun atas dasar ketaatan kepada Tuhan, melainkan didorong oleh kesombongan dan keinginan untuk meninggikan nama manusia. Oleh sebab itu, Tuhan mengacaubalaukan bahasa mereka agar rencana yang salah itu tidak berlanjut.
Makna Firman Tuhan
Peristiwa Menara Babel mengajarkan bahwa kesepakatan adalah kekuatan besar yang harus diarahkan dengan benar. Tuhan bukan menentang kesatuan, melainkan menentang tujuan yang menyimpang dari kehendak-Nya.
Kesatuan tanpa ketaatan dapat berubah menjadi alat pemberontakan rohani, sedangkan kesatuan yang tunduk kepada Tuhan akan mendatangkan berkat dan kemuliaan bagi nama-Nya.
Baca juga:Menghadapi Fitnah dan Tantangan dengan Iman: Belajar Tenang dan Dewasa Bersama Kristus
Pertanyaan Perenungan
1.Gambaran apa yang saya peroleh dari firman Tuhan pada saat teduh pagi ini?
2.Apa yang keliru dari kesatuan yang dibangun bangsa di Menara Babel (Kej. 11:1β4)?
3.Mengapa Tuhan turun untuk melihat pekerjaan mereka (Kej. 11:5)?
4.Menurut Tuhan, apa yang salah dari rencana mereka (Kej. 11:5β7)?
5.Pelajaran apa tentang kedahsyatan kesepakatan yang dapat saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari (Kej. 11:6), baik dalam keluarga, pelayanan, maupun komunitas?
Penegasan Iman
Renungan ini mengingatkan bahwa kesepakatan bukan sekadar kebersamaan, melainkan kesatuan hati yang tunduk pada kehendak Tuhan. Ketika umat Tuhan sepakat dalam kasih, kerendahan hati, dan ketaatan, maka kuasa Allah akan bekerja secara nyata.
Abba Home Family diajak untuk membangun setiap kesepakatan di atas dasar iman yang benar. Sebab kesatuan yang memuliakan Tuhan akan menghadirkan berkat, kekuatan, dan penggenapan rencana Allah dalam kehidupan umat-Nya. (A27)
Β










Jadilah yang pertama berkomentar di sini