Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
SimalungunNews

Juga Merusak Sejarah Simalungun, Konversi Teh ke Sawit di Sidamanik Harus Ditolak

juga merusak sejarah simalungun, konversi teh ke sawit di sidamanik harus ditolak
Maraden Sinaga bersama rekannya dari Fraksi PDI Perjuangan.

Simalungun, Sinata.id – Prilaku PTPN 4 bisa merusak sejarah panjang Kabupaten Simalungun bila mewujudkan niatnya melakukan konversi tanaman kebun teh ke kelapa sawit di Kecamatan Sidamanik dan Pematang Sidamanik.

Demikian pendapat Ketua Komisi 2 DPRD Simalungun Maraden Sinaga, Rabu 23 Juli 2025 saat ditemui disela-sela skor rapat paripurna DPRD Simalungun tentang Ranperda Rencana Pembangunan Menengah Daerah (RPJMD).

Advertisement

Dengan demikian, tandasnya, konversi tanaman kebun teh ke sawit harus ditolak. “Kami gak sepakat kalau itu dikonversi,” ucap Maraden Sinaga.

Menurut Maraden, konversi tanaman kebun teh ke sawit telah terbukti menghadirkan bencana banjir di berbagai daerah di Kabupaten Simalungun.

Hal itu dapat dilihat dari konversi kebun teh ke sawit yang telah terjadi beberapa dasawarsa lalu pada pada Kebun Mardjanji di Kecamatan Panei Tonga. Pasca konversi, banjir pun kerap melanda kawasan Mardjanji dan Panei Tonga.

Baca Juga  Buah Jatuh di Lahan Tetangga, Siapa Pemilik Sahnya? Begini Aturan Hukumnya Menurut Islam

Begitu pula dengan kawasan menuju Tanah Jawa, juga sering dilanda banjir. “Berdasarkan fakta dilapangan, bahwa, banjir Mardjanji, di Panei itu dan banjir ke arah Tanah Jawa, itu kan semua luapan dari kebun sawit. Dampak dari kebun sawit,” ujar Maraden Sinaga, Anggota DPRD Simalungun dari Fraksi PDI Perjuangan.

Selain ancaman bencana, konversi juga harus ditolak, karena merusak sejarah panjang Kabupaten Simalungun. Sebab pada logo, terdapat gambar daun teh.

“Kita gak sepakat kalau itu dikonversi. Bukan hanya persoalan bencana nantinya, tapi itu sejarah panjang Kabupaten Simalungun. Logo kita kan juga dari teh. Kalau itu dirubah, rubah lah logonya jadi sawit,” ujarnya.

Untuk itu, Maraden menegaskan agar Pemkab Simalungun segera bersikap tegas untuk menggagalkan rencana PTPN 4 melakukan konversi kebun teh ke sawit di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun.

Baca Juga  Terekam CCTV, Pencuri Motor di Gereja Beraksi Hanya Dua Menit

“Pemkab tak boleh tedeng aling-aling, harus tolak. Karena gak ada keuntungannya kok,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Simalungun melalui juru bicaranya Jefri Saragih saat menyampaikan pandangan Fraksi PDI Perjuangan atas Ranperda RPJMD Simalungun pada rapat paripurna untuk itu.

“Menolak konversi teh ke sawit di Sidamanik. Hanya satu kata, tolak,” tandas Jefri Saragih saat membacakan pandangan fraksinya.

Fraksi Gerindra DPRD Simalungun juga mengkritisi konversi tanaman kebun teh ke sawit di Sidamanik. Fraksi ini meminta tidak membiarkan konversi terjadi pada kebun teh lainnya.

“Karena, ini merupakan potensi sejarah dan agrowisata yang strategis untuk Kabupaten Simalungun,” ucap juru bicara Fraksi Gerindra Erwin Saragih, juga saat membacakan pandangan Fraksi Gerindra.

Baca Juga  Reza Arap Diperiksa Hingga Dini Hari, Polisi Dalami Detik-Detik Terakhir Lula Lahfah

Kemudian Fraksi Gerindra juga menyoroti dampak dari konversi kebun teh ke sawit yang dapat merusak lingkungan. Serta mempengaruhi aspek ekonomi masyarakat.

“Dampak negatif terhadap aspek lingkungan juga sangat mempengaruhi keasrian alam Sidamanik yang dikenal masyarakat dengan udara sejuknya. Tak hanya itu, kebun teh ini juga telah menjadi spot agrowisata yang dapat mempengaruhi aspek ekonomi masyarakat,” kata Erwin.

Selepas rapat paripurna DPRD Simalungun, Bupati Simalungun H Anton Achmad Saragih menegaskan, pihaknya mendukung pendapat Fraksi PDI Perjuangan yang menolak konversi dilakukan.

Kemudian, Bupati Simalungun juga mendukung pemahaman yang disampaikan Fraksi Gerindra. “(Sikap kita) mendukung apa yang disampaikan fraksi fraksi tadi,” ujar Anton Achmad Saragih. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini