Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Dunia

Jiu Tian, Senjata Udara China Mampu “Beranak” 100 Drone Kamikaze

china memperkenalkan salah satu inovasi militer terbarunya: pesawat induk drone bernama jiu tian.
China memperkenalkan salah satu inovasi militer terbarunya: pesawat induk drone bernama Jiu Tian.

Beijing, Sinata.id – Dunia pertahanan global tengah mengalihkan perhatiannya ke China setelah negara tersebut memperkenalkan salah satu inovasi militer terbarunya: pesawat induk drone bernama Jiu Tian.

Dikenalkan pertama kali dalam pertunjukan udara tahun lalu, Jiu Tian kini memasuki tahap uji coba operasional yang akan dimulai pada akhir Juni 2025.

Advertisement

Pesawat ini menjadi sorotan karena kemampuannya yang luar biasa, termasuk kemampuan membawa lebih dari 100 drone kamikaze dalam satu misi penerbangan.

Jika uji coba berjalan sesuai rencana, pesawat ini akan segera dikerahkan dalam skala lebih luas dan diprediksi akan memberikan pengaruh signifikan terhadap keseimbangan kekuatan udara di kawasan Asia Pasifik.

Spesifikasi Tinggi untuk Misi Jarak Jauh

Dirangkum Sinata.id pada Sabtu (24/5/2025) dari berbagai sumber, nama “Jiu Tian” sendiri secara harfiah berarti “Langit Tinggi” dalam bahasa Mandarin, mencerminkan ambisinya untuk mendominasi ruang udara di atas wilayah konflik. Dirancang oleh Aviation Industry Corporation of China (AVIC), pesawat ini memiliki spesifikasi yang mengesankan:

Baca Juga  Serangan Bom di Pakistan Tewaskan 4 Anak Sekolah, Puluhan Lainnya Terluka

  • Jangkauan terbang: hingga 7.000 kilometer

  • Daya tahan misi: 36 jam non-stop

  • Ketinggian operasi: 15.000 meter

  • Muatan maksimum: 6 ton

  • Lebar sayap: 25 meter

Pesawat ini dikembangkan sebagai platform pengangkut drone kamikaze mini (UAV) yang dirancang untuk membanjiri sistem pertahanan udara musuh.

Drone-drone tersebut dapat dilepaskan dari kompartemen di kedua sisi badan pesawat, memungkinkan operasi skala besar secara simultan di lingkungan yang kompleks.

Multifungsi

Meski secara utama ditujukan untuk keperluan militer, Jiu Tian juga dilengkapi dengan sistem modular yang memungkinkan fleksibilitas fungsi. Dalam skenario non-tempur, pesawat ini diklaim dapat digunakan untuk:

  • Pengawasan dan patroli maritim

  • Dukungan logistik darurat

  • Tanggap bencana

  • Misi pencarian dan penyelamatan

  • Perlindungan sumber daya alam

Fitur ini menjadikan Jiu Tian sebagai platform multifungsi, tidak hanya relevan dalam konflik bersenjata, tetapi juga dalam operasi sipil dan kemanusiaan.

Komparasi dengan Platform Militer Barat

Peluncuran Jiu Tian secara tidak langsung memunculkan perbandingan dengan dua pesawat tak berawak andalan Amerika Serikat: MQ-9 Reaper dan RQ-4 Global Hawk. Secara teknis, Jiu Tian memiliki keunggulan di beberapa aspek:

Baca Juga  Mirip Strategi Perang Ukraina, Bandar Narkoba Medan Pantau Polisi Pakai Drone dan Jebakan Berlistrik

  • Daya tahan terbang: 36 jam, lebih lama dari Global Hawk (34,3 jam) dan Reaper (sekitar 27 jam).

  • Muatan amunisi: hingga 6 ton, jauh melampaui muatan maksimum MQ-9 Reaper (~1,7 ton total).

  • Kemampuan ofensif: Global Hawk tidak dilengkapi senjata, sedangkan Jiu Tian membawa hingga 100 drone kamikaze.

Meski lebar sayap RQ-4 Global Hawk masih lebih besar (39,8 meter), keunggulan Jiu Tian pada aspek kemampuan tempur memberi dimensi baru dalam taktik udara tak berawak.

Tujuan Strategis dan Proyeksi Geopolitik

Menurut laporan dari media negara dan South China Morning Post, Jiu Tian diproyeksikan menjadi salah satu pilar kekuatan udara strategis China.

Dalam konteks geopolitik, pesawat ini ditujukan untuk meningkatkan jangkauan operasional Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), khususnya dalam menghadapi potensi konflik di:

  • Selat Taiwan

  • Laut China Selatan

  • Wilayah sekitar Guam, yang menjadi salah satu titik strategis Amerika Serikat di Pasifik

Dengan investasi sekitar USD 420 juta, Beijing menunjukkan keseriusan dalam menghadirkan sistem peperangan udara yang adaptif dan sulit ditandingi.

Baca Juga  Tiongkok Dihantam Fenomena Anak Ekor Busuk, Lulusan Menumpuk, Pekerjaan Tak Tersedia

Langkah China ini dinilai sebagai bagian dari tren militer global menuju platform tak berawak dengan kapabilitas otonom dan sistem swarm.

Menurut analis pertahanan dari Military Watch Magazine, pengembangan Jiu Tian menempatkan China sebagai negara pertama yang berhasil membangun dan segera mengoperasikan pesawat induk drone dengan skala semacam ini.

Ke depan, Jiu Tian juga dirancang untuk dapat diluncurkan dari kapal serbu amfibi kelas 076, memperluas cakupan operasional dari wilayah udara ke wilayah laut.

Peluncuran Jiu Tian merupakan salah satu sinyal paling kuat bahwa China tengah memimpin dalam era baru perang tak berawak. Dengan kemampuan strategis dan desain yang revolusioner, Jiu Tian tidak hanya menjadi kekuatan baru dalam militer China, tetapi juga simbol bergesernya dominasi teknologi militer dari Barat ke Timur.

Uji coba mendatang akan menjadi penentu apakah pesawat ini benar-benar dapat beroperasi seperti yang diharapkan. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini