Pyongyang, Sinata.id — Menjelang digelarnya Kongres Kesembilan Partai Buruh Korea Utara, pemimpin negara Korea Utara, Kim Jong Un, memerintahkan pamer kekuatan militer secara spektakuler yang menarik perhatian dunia. Dalam sebuah upacara yang dihadiri para komandan militer dan pejabat tinggi negara di ibu kota Pyongyang, puluhan peluncur roket rakitan terbaru diposisikan rapi sebagai simbol kekuatan yang siap ditampilkan di panggung politik besar negara itu.
Acara ini berlangsung Rabu (18/2/2026), beberapa hari sebelum kongres partai yang hanya digelar sekali setiap lima tahun, di mana arah kebijakan besar Korea Utara akan diputuskan untuk periode berikutnya. Dalam kesempatan ini, sekitar 50 unit peluncur roket multi-laras kaliber 600 mm diperlihatkan kepada publik, lengkap dengan klaim kemampuan teknologi pemandu dan kecerdasan buatan, yang menurut pimpinan Korut setara dengan rudal balistik presisi tinggi.
“Ini adalah senjata yang paling kuat dan strategis di dunia, layak melaksanakan misi khusus,” ujar Kim Jong Un di hadapan barisan sistem persenjataan baru tersebut, seperti dilaporkan media resmi Korut, dikutip Kamis (19/2/2026).
Baca Juga: Rusia Minta AS Tak Bermain Api Lawan Iran
Foto-foto resmi yang disebarkan negara memperlihatkan Kim mengenakan jaket kulit hitam, berdiri di dekat peluncur roket dan mengawasi jajaran kendaraan militer yang terparkir di lapangan. Aksi ini tidak hanya sekadar unjuk senjata, tetapi juga bagian dari upaya rezim memperkokoh citra kekuatan jelang agenda politik nasional yang sangat penting tersebut.
Para analis menilai bahwa pameran militer ini sarat makna politik. Kongres Partai Buruh bukan hanya forum rutin peninjauan capaian lima tahun terakhir, tetapi juga momentum penegasan doktrin pertahanan negara dan arah kebijakan luar negeri, termasuk soal pengembangan senjata nuklir dan sistem pencegah ancaman asing.
Sebelumnya, hubungan Pyongyang dengan negara tetangga, khususnya Korea Selatan, telah memburuk tajam sejak penghentian pembicaraan damai bertahun-tahun lalu. Unjuk kekuatan ini dipandang sebagian pengamat sebagai bentuk peringatan tegas sekaligus sinyal bahwa rezim tidak akan mundur dari ambisinya memperkuat kemampuan militer.
Tak hanya soal rudal, persiapan kongres juga mencakup agenda domestik lain, termasuk pembangunan perumahan untuk keluarga tentara yang gugur dalam konflik luar negeri, langkah yang kerap disebut untuk memperkuat loyalitas internal.
Kongres Partai Buruh ke-9 diperkirakan akan menjadi panggung utama bagi Kim Jong Un untuk menetapkan prioritas nasional, termasuk strategi pertahanan, kebijakan ekonomi, serta kemungkinan perubahan dalam struktur kekuasaan tertinggi negara. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini