Jakarta, Sinata.id β Kurma menjadi salah satu hidangan yang paling banyak dicari saat waktu berbuka puasa. Di antara beragam jenis yang beredar di pasaran Indonesia, kurma asal Tunisia termasuk yang kerap dipilih karena rasanya yang manis dan teksturnya lembut. Namun di balik popularitasnya, konsumen diingatkan untuk lebih teliti saat membeli karena beredar pula produk yang kualitasnya menurun atau diduga tidak asli.
Kurma Tunisia, khususnya varietas deglet nour, dikenal memiliki ciri khas warna cokelat muda hingga keemasan dengan tampilan yang relatif seragam. Permukaan buah biasanya terlihat halus dan mengilap secara alami. Dagingnya pun tampak sedikit transparan ketika terkena cahaya, sehingga sering dijuluki sebagai βqueen of datesβ.
Meski demikian, tidak semua kurma yang dipasarkan dengan label Tunisia memiliki kualitas yang sama. Beberapa produk dilaporkan dicampur dengan pemanis tambahan, disimpan terlalu lama, atau bahkan diberi lapisan sirup agar tampak lebih menarik. Kondisi tersebut membuat konsumen perlu memahami sejumlah indikator sederhana untuk mengenali kurma yang masih baik dikonsumsi.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memperhatikan warna dan tampilan fisik buah. Kurma Tunisia asli umumnya berwarna cokelat muda hingga keemasan dengan permukaan yang bersih dan tidak terlalu lengket. Jika warna tampak terlalu gelap, tidak merata, atau terlihat seperti dilapisi cairan gula, konsumen disarankan untuk lebih waspada.
Baca:Β Waspada Kurma Tak Layak Konsumsi? Simak 5 Tanda Ini Sebelum Membeli
Tekstur juga menjadi penanda penting. Kurma berkualitas biasanya terasa lembut dan lentur ketika ditekan secara perlahan. Sebaliknya, buah yang terasa terlalu keras dapat menandakan masa penyimpanan yang sudah lama. Sementara kurma yang terlalu lembek dan meninggalkan cairan kental di tangan dapat mengindikasikan adanya tambahan pemanis.
Aroma buah juga dapat membantu menilai kualitasnya. Kurma yang masih segar umumnya mengeluarkan wangi manis alami yang ringan. Jika muncul bau asam, apek, atau menyengat, kemungkinan buah telah mengalami fermentasi atau disimpan dalam kondisi yang kurang baik.
Selain itu, rasa manis kurma Tunisia cenderung ringan dan tidak meninggalkan sensasi berlebihan di tenggorokan. Produk yang terasa terlalu manis dan lengket kerap dicurigai mengandung tambahan gula cair.
Pemeriksaan juga dapat dilakukan melalui kemasan produk. Kurma impor biasanya mencantumkan informasi negara asal, tanggal kedaluwarsa, serta data distribusi. Produk yang dijual tanpa label jelas atau dalam kemasan sederhana berisiko memiliki kualitas yang tidak terjamin.
Dengan mengenali ciri-ciri tersebut, konsumen diharapkan dapat lebih cermat memilih kurma yang aman dan berkualitas, terutama saat permintaan meningkat selama bulan Ramadan. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini