Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa Asim Munir bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian serta Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dalam rangkaian kunjungan tersebut.
Pembahasan disebut mencakup dokumen 14 poin yang diajukan Iran sebagai kerangka dasar negosiasi.
Qalibaf menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran telah kembali memperkuat kemampuan militernya selama masa gencatan senjata.
Ia memperingatkan bahwa jika AS kembali memulai konflik, Iran akan memberikan respons yang “lebih kuat dan lebih menyakitkan”.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada Jumat (22/5/2026) bahwa terdapat beberapa kemajuan dalam pembicaraan, meski masih dibutuhkan upaya lanjutan untuk mencapai kesepakatan.
Namun, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa perbedaan antara kedua pihak masih “dalam dan signifikan”.
Di tengah ketegangan tersebut, Iran disebut tetap mempertahankan stok uranium yang diperkaya hingga mendekati tingkat senjata, serta kemampuan rudal, drone, dan jaringan sekutu regional yang menjadi perhatian utama AS dan Israel. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini