Washington, Sinata.id – Amerika Serikat (AS) secara mendadak membatalkan rencana pengerahan lebih dari 4.000 tentaranya ke Polandia. Hingga kini, pemerintah AS belum memberikan penjelasan rinci terkait alasan pembatalan tersebut.
Keputusan itu muncul di tengah langkah Washington yang sebelumnya mengumumkan penarikan ribuan tentara AS dari Jerman.
Pelaksana Tugas Kepala Staf Angkatan Darat AS, Jenderal Christopher LaNeve, mengatakan Komando Eropa AS telah menerima instruksi mengenai pengurangan pasukan.
“Kepala Komando Eropa AS menerima instruksi tentang pengurangan pasukan,” ujar LaNeve dalam sidang Kongres AS, dikutip dari AFP, Sabtu (16/5/2026).
LaNeve menjelaskan pihaknya telah melakukan konsultasi terkait unit pasukan yang akan digunakan. Menurut dia, pembatalan pengerahan Tim Tempur Brigade Lapis Baja ke-2 dinilai menjadi opsi paling masuk akal.
“Saya telah berkonsultasi erat mengenai unit pasukan yang akan digunakan, dan yang paling masuk akal adalah brigade tersebut tidak melakukan pengerahan di wilayah itu,” katanya.
Meski pengerahan dibatalkan, LaNeve menyebut sebagian personel dan peralatan militer sebenarnya telah bersiap untuk dikirim ke luar negeri.
Ia juga mengungkapkan bahwa keputusan pembatalan berasal dari kantor Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth.
Sementara itu, Menteri Angkatan Darat AS Dan Driscoll mengatakan keputusan pembatalan pengerahan baru dilakukan beberapa hari lalu.
Polandia Mengaku Tidak Diberi Pemberitahuan
Keputusan mendadak tersebut memicu kritik dari sejumlah anggota Kongres AS. Anggota DPR dari Partai Republik, Don Bacon, menyebut pemerintah Polandia tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya.
“Mereka menelepon saya kemarin. Mereka tidak tahu dan sangat terkejut,” kata Bacon dalam sidang Kongres.
Ia bahkan menyebut keputusan itu sebagai langkah yang “tercela” dan “memalukan bagi negara kami”.
Senada dengan itu, anggota Partai Demokrat di Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, Jeanne Shaheen, mengaku Kongres juga tidak menerima pemberitahuan resmi terkait pembatalan pengerahan tersebut.
“Sepengetahuan saya, kami tidak diberi tahu soal itu,” ujarnya kepada media.
Penarikan Pasukan dari Jerman
Sebelumnya, Pentagon juga mengumumkan rencana penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman dalam enam hingga 12 bulan ke depan.
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan proses penarikan dilakukan sebagai bagian dari penataan ulang kekuatan militer AS di Eropa.
Langkah itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan hubungan antara Presiden AS Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz terkait konflik Timur Tengah dan sejumlah kebijakan keamanan internasional.
Menteri Pertahanan Polandia, Wladyslaw Kosiniak-Kamysz, menduga pembatalan pengerahan tentara ke negaranya berkaitan dengan kebijakan penarikan pasukan AS dari Jerman.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump juga sempat mengancam akan mengurangi jumlah pasukan AS di Jerman dan sejumlah negara sekutu Eropa lainnya.
Trump menilai negara-negara Eropa harus mengambil tanggung jawab lebih besar terhadap pertahanan kawasan dan tidak terus bergantung pada Washington.
Rencana penarikan pasukan itu pun memicu reaksi keras dari Jerman. Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, mendesak Iran segera membuka Selat Hormuz dan meninggalkan program senjata nuklir secara transparan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas global.
Hingga kini, Pentagon belum mengeluarkan pernyataan resmi lebih lanjut terkait pembatalan pengerahan tentara AS ke Polandia. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini