Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

iPhone Air Resmi Jadi HP Tertipis di Dunia, Huawei dan TECNO Kalah Tipis

iphone air resmi dinobatkan sebagai hp tertipis di dunia tahun 2025 dengan ketebalan hanya 5,64 mm, mengalahkan huawei mate 70 air dan tecno spark slim.
iPhone Air resmi dinobatkan sebagai HP tertipis di dunia tahun 2025 dengan ketebalan hanya 5,64 mm, mengalahkan Huawei Mate 70 Air dan TECNO Spark Slim. (Ist)

Sinata.id – Persaingan industri smartphone kini tak lagi hanya soal kecepatan chip atau kualitas kamera. Dunia teknologi tengah memasuki babak baru, yakni adu hp tertipis di dunia dan ringan.

Desain yang dulu dianggap hanya gimmick kini menjelma jadi simbol prestise dan kemajuan teknologi manufaktur.

Advertisement

Dan tahun 2025 menjadi saksi lahirnya deretan ponsel super tipis dari para raksasa dunia.

Berikut deretan smartphone super tipis yang dirangkum Sinata.id pada Jumat (7/11/2025).

Huawei Mate 70 Air

Huawei kembali memantik perhatian global lewat Mate 70 Air, yang diluncurkan pada awal November 2025.

Bukan sekadar ikut-ikutan, Huawei membawa misi besar, menantang langsung dominasi iPhone Air di segmen ultra-slim premium.

Meski sedikit lebih tebal di angka 6,6 mm, Huawei berhasil menanamkan baterai raksasa 6.500 mAh dengan teknologi fast charging 66W, sebuah rekor tersendiri untuk kategori ponsel tipis.

Layar OLED 7 inci beresolusi 1,5K dan refresh rate 120Hz, ditambah chip Kirin 9020A/B serta HarmonyOS 5.1, menjadikannya paket lengkap antara gaya dan tenaga.

Baca Juga  Oppo Reno 14 Series Hadir dengan Fitur Baru, Termasuk Tombol Kamera Khusus dan Lensa Periskop

Yang tak kalah mencolok, sistem kamera Quad XMAGE 50MP dengan hybrid zoom hingga 30x menjadi bukti bahwa desain ramping tak berarti kompromi pada performa.

Baca Juga: Google Pasok Sejuta Chip AI Khusus untuk Startup Anthropic

iPhone Air

Apple kembali membuat dunia menoleh lewat iPhone Air, sang iPhone tertipis sepanjang sejarah.

Ketebalannya hanya 5,64 mm, hampir setipis kartu kredit! Namun, di balik keanggunan itu terselip satu konsekuensi besar: kapasitas baterai hanya 3.149 mAh.

Apple mengandalkan teknologi hemat daya berbasis AI untuk menutupi kekurangan tersebut.

Desainnya tetap memikat, dengan layar LTPS OLED 6,5 inci yang mengusung fitur Dynamic Island dan refresh rate 120Hz.

Rumor menyebutkan, material titanium alloy digunakan agar tetap kuat meski ekstrem tipisnya.

Honor Magic V5

Tak mau kalah, Honor hadir dengan Magic V5, smartphone lipat yang sukses merebut kembali gelar foldable paling ramping di dunia.

Saat dilipat, bodinya hanya 8,8 mm, dan ketika dibuka, tinggal 4,1 mm saja. Angka yang membuat banyak pesaing tertegun.

Baca Juga  Begal Bersajam Serang Sejoli di Medan, Satu Luka Bacok, Motor Raib Didorong Kabur

Magic V5 bukan hanya soal bentuk. Ia mengemas baterai silicon-carbon 5.820 mAh dengan 66W fast charging, dan menampilkan dua layar LTPS OLED 120Hz berkemampuan 5.000 nits brightness.

Engsel Luban steel dan sertifikasi IP58/IP59 menjadikannya ponsel lipat yang tangguh sekaligus elegan.

Samsung Galaxy S25 Edge

Samsung juga bersiap menutup tahun dengan kejutan.

Raksasa asal Korea Selatan itu dikabarkan akan memperkenalkan Galaxy S25 Edge pada kuartal pertama 2026, bersamaan dengan peluncuran seri Galaxy S26.

Varian “Edge” ini diklaim sebagai Galaxy S Series tertipis sepanjang masa.

Tak sekadar gaya, Samsung menjanjikan performa gahar lewat Snapdragon 8 Elite Mobile Platform for Galaxy, kamera utama 200MP Nightography, dan sistem pendinginan vapor chamber super tipis yang tetap efisien.

Ponsel ini juga akan membawa fitur AI Select dan integrasi Google Gemini langsung melalui tombol khusus di sisi bodi.

TECNO Spark Slim

Dari Afrika hingga Asia, TECNO turut memamerkan kemampuannya di ajang Mobile World Congress (MWC) 2025 lewat Spark Slim.

Baca Juga  Paripurna DPR Setujui RUU Keuangan Haji Jadi Inisiatif

Ponsel ini membuktikan bahwa desain ultra-tipis bukan hanya milik ponsel flagship mahal.

Dengan ketebalan hanya 5,75 mm, Spark Slim mengemas baterai 5.200 mAh, berkat teknologi silicon-carbon battery yang menjadi ciri khas grup Transsion.

Layarnya AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 144Hz dan brightness hingga 4.500 nits, menciptakan pengalaman visual yang memanjakan mata.

Pilihan material belakang berupa stainless steel atau keramik menambah kesan mewah pada ponsel kelas menengah ini.

Perlombaan menuju ponsel paling tipis ini bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang rekayasa ekstrem dan efisiensi energi.

Para produsen kini berlomba menemukan keseimbangan antara desain, ketahanan, dan daya tahan baterai.

Jika dulu ponsel tipis identik dengan mudah panas dan cepat habis daya, kini teknologi silicon-carbon, pendinginan vapor chamber mini, dan manajemen daya AI berhasil mengubah stigma itu.

Huawei, Apple, Honor, Samsung, dan TECNO masing-masing punya pendekatan berbeda, tapi tujuannya satu, membuktikan bahwa masa depan smartphone adalah perangkat super ramping, super kuat, dan super cerdas. [zainal/a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini