Info Market CPO
πŸ—“ Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.3K β€’ 0.2K β€’DMI β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K Β· LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Internet Iran Sudah Lumpuh 24 Hari

kacamata pintar diprediksi mulai gantikan smartphone
ilustrasi

Teheran, Sinata.id – Pemutusan akses internet secara nasional di Iran memasuki hari ke-24 hingga Senin (23/3/2026), menjadikannya salah satu gangguan konektivitas terpanjang yang pernah terjadi, menurut laporan organisasi pemantau jaringan global, NetBlocks.

Gangguan ini berlangsung sejak meningkatnya ketegangan geopolitik menyusul serangan yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat.

Advertisement

NetBlocks mencatat durasi pemadaman telah melampaui 552 jam, dengan dampak luas terhadap kemampuan masyarakat mengakses jaringan global.

Dalam pembaruan terbarunya, NetBlocks menyebutkan konektivitas internasional bagi publik praktis tidak tersedia.

Otoritas setempat hanya membuka akses terbatas melalui mekanisme β€œdaftar putih” untuk sejumlah layanan tertentu, sementara sebagian besar pengguna tetap terisolasi dari internet global.

Baca Juga  Israel Telah Tewaskan 65 Ribu Warga Palestina

Upaya warga untuk mengakali pembatasan juga semakin terbatas. Metode umum seperti penggunaan jaringan privat virtual (VPN) dilaporkan tidak lagi efektif, seiring peningkatan pengawasan dan pemblokiran oleh otoritas.

Sebagian pengguna mencoba memanfaatkan jaringan intranet domestik yang dalam kondisi tertentu memungkinkan akses keluar negeri. Namun, koneksi tersebut tidak stabil dan berada di bawah pengawasan ketat pemerintah.

Alternatif lain yang digunakan adalah layanan internet satelit Starlink. Meski demikian, perangkat tersebut dinyatakan ilegal di Iran dan penggunaannya berisiko.

Aparat keamanan dilaporkan telah menyita ratusan unit perangkat dalam operasi penertiban.

NetBlocks menilai situasi yang berlangsung menempatkan Iran dalam kategori tiga besar pemadaman internet terlama yang pernah mereka dokumentasikan.

Baca Juga  Harga Minyak Dunia Naik ke US$108,68, Ketegangan AS-Iran Ganggu Pasokan Global

Hingga kini, belum ada indikasi kapan akses penuh akan dipulihkan, sementara pembatasan masih diberlakukan di seluruh negeri. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini