Teheran, Sinata.id β Pemutusan akses internet secara nasional di Iran memasuki hari ke-24 hingga Senin (23/3/2026), menjadikannya salah satu gangguan konektivitas terpanjang yang pernah terjadi, menurut laporan organisasi pemantau jaringan global, NetBlocks.
Gangguan ini berlangsung sejak meningkatnya ketegangan geopolitik menyusul serangan yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat.
NetBlocks mencatat durasi pemadaman telah melampaui 552 jam, dengan dampak luas terhadap kemampuan masyarakat mengakses jaringan global.
Dalam pembaruan terbarunya, NetBlocks menyebutkan konektivitas internasional bagi publik praktis tidak tersedia.
Otoritas setempat hanya membuka akses terbatas melalui mekanisme βdaftar putihβ untuk sejumlah layanan tertentu, sementara sebagian besar pengguna tetap terisolasi dari internet global.
Upaya warga untuk mengakali pembatasan juga semakin terbatas. Metode umum seperti penggunaan jaringan privat virtual (VPN) dilaporkan tidak lagi efektif, seiring peningkatan pengawasan dan pemblokiran oleh otoritas.
Sebagian pengguna mencoba memanfaatkan jaringan intranet domestik yang dalam kondisi tertentu memungkinkan akses keluar negeri. Namun, koneksi tersebut tidak stabil dan berada di bawah pengawasan ketat pemerintah.
Alternatif lain yang digunakan adalah layanan internet satelit Starlink. Meski demikian, perangkat tersebut dinyatakan ilegal di Iran dan penggunaannya berisiko.
Aparat keamanan dilaporkan telah menyita ratusan unit perangkat dalam operasi penertiban.
NetBlocks menilai situasi yang berlangsung menempatkan Iran dalam kategori tiga besar pemadaman internet terlama yang pernah mereka dokumentasikan.
Hingga kini, belum ada indikasi kapan akses penuh akan dipulihkan, sementara pembatasan masih diberlakukan di seluruh negeri. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini