Singapura, Sinata.id β Seorang remaja berusia 13 tahun di Singapura, Kayden Soh, menjadi sorotan setelah kisahnya yang harus mengonsumsi tepung maizena mentah setiap beberapa jam demi menjaga kadar gula darahnya tetap stabil. Tanpa asupan tersebut, kondisinya bisa turun drastis dan berisiko mengancam jiwa.
Kayden diketahui mengidap penyakit langka Glycogen Storage Disorder Type 1A (GSD1A), yakni kelainan genetik yang membuat hati tidak mampu mengubah cadangan energi glikogen menjadi glukosa. Akibat gangguan enzim tersebut, tubuhnya tidak bisa mempertahankan kadar gula darah saat jeda makan atau ketika tidur.
Dokter spesialis genetika di KKH Women and Children Hospital Singapura, Dr Mildrid Yeo, menjelaskan maizena mentah digunakan sebagai sumber karbohidrat kompleks yang dilepas perlahan oleh tubuh.
βMaizena adalah karbohidrat kompleks yang dicerna tubuh dengan sangat lambat. Ini melepaskan glukosa secara perlahan ke aliran darah selama beberapa jam, meniru fungsi enzim hati yang hilang,β ujarnya kepada Strait Times dikutip Sinata.id, Selasa (10/2/02026)
Dengan mekanisme itu, campuran maizena dan air membantu menjaga pasokan glukosa Kayden di antara waktu makan. Jika terlambat mengonsumsi, ia berisiko mengalami hipoglikemia berat dalam beberapa jam.
Gejala penyakit tersebut mulai terdeteksi saat Kayden masih bayi. Ibunya, Yong Xiao Ping (35), melihat perut anaknya tampak membesar tidak wajar ketika berusia sekitar sembilan bulan. Pemeriksaan lanjutan melalui tes darah dan biopsi di rumah sakit kemudian menunjukkan adanya pembesaran hati akibat penumpukan glikogen.
Sejak diagnosis ditegakkan, pola makan Kayden diatur ketat. Ia tidak boleh melewati jadwal makan dan konsumsi maizena lebih dari lima jam. Orang tuanya memasang alarm berkala, termasuk pada malam hari, untuk memastikan asupan tidak terlewat.
Untuk pemantauan harian, Kayden menggunakan alat pemantau glukosa berkelanjutan yang terhubung ke ponsel. Saat beraktivitas di sekolah, ia juga membawa persediaan minuman glukosa sebagai langkah darurat jika kadar gula darahnya turun. Selain itu, ia menjalani pembatasan konsumsi makanan tinggi gula dan produk susu sesuai anjuran medis. (A58)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini