Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Regional

Ibu Hamil Korban Banjir Ditandu hingga 10 Jam Menembus Lereng Terjal Aceh Tengah

ibu hamil di aceh tengah terpaksa ditandu menyeberangi lereng gunung terjal setelah jembatan desa runtuh akibat banjir bandang dan longsor.
Ibu hamil di Aceh Tengah terpaksa ditandu menyeberangi lereng gunung terjal setelah jembatan desa runtuh akibat banjir bandang dan longsor. (Ist)

Sinata.id – Tangisan tertahan dan langkah-langkah tertatih memecah sunyi pegunungan Aceh. Di tengah jalur terjal yang licin akibat hujan dan longsor, seorang ibu hamil terpaksa ditandu warga menyeberangi lereng gunung.

Jembatan penghubung desa telah runtuh, jalan darat terputus, sementara nyawanya, dan calon bayi dalam kandungan, berpacu dengan waktu.

Advertisement

Peristiwa itu terjadi hampir dua pekan setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Hingga kini, Selasa (9/12/2025), sejumlah desa masih terisolasi.

Akses satu-satunya menuju fasilitas kesehatan hanyalah jalur kaki yang menanjak, berlumpur, dan rawan longsor susulan.

Warga harus memanggul tandu darurat, bergantian menahan beban dan napas, menelusuri medan ekstrem selama berjam-jam.

Baca Juga  Banjir Bandang dan Longsor Terjang Cisarua Bandung Barat, Dua Kampung Tertimbun, 82 Warga Masih Hilang

Baca Juga: Tolong! Ribuan Warga Aceh Tengah-Bener Meriah Terancam Mati Kelaparan

Untuk mencapai puskesmas terdekat, perjalanan bisa memakan waktu hingga 10 jam, tanpa kendaraan, tanpa penerangan, dan tanpa kepastian cuaca bersahabat.

Kisah ibu hamil itu menjadi potret nyata krisis kemanusiaan yang terjadi di pedalaman.

Di saat listrik masih padam, jaringan komunikasi hilang-timbul, dan harga BBM melonjak hingga Rp100 ribu per liter, ribuan warga bertahan dalam keterisolasian.

Distribusi bantuan terhambat karena jalan utama tertutup material longsor dan jembatan-jembatan vital ambruk.

Kesulitan akses tidak hanya berdampak pada layanan kesehatan.

Stok pangan menipis, air bersih sulit didapat, dan warga di sejumlah desa mulai menghadapi ancaman kelaparan.

Baca Juga  Wabup Batu Bara Jemput Dukungan Pusat, Istana Niat Lima Laras Diusulkan Segera Dipugar

Kondisi ini memperburuk risiko bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil, balita, dan lansia, yang membutuhkan penanganan cepat dan berkelanjutan.

Baca Juga: Bupati Aceh Selatan Diberhentikan Sementara Akibat Pergi Umrah di Tengah Bencana

Seorang aktivis kemanusiaan di Bener Meriah, Cak Dier, menyebut perjuangan warga menandu ibu hamil itu sebagai alarm darurat yang tak boleh diabaikan.

Ia mengaku menerima keluhan dari masyarakat terkait bantuan yang belum menjangkau wilayah mereka.

Tim BPBD dan relawan menghadapi hambatan berat di lapangan.

Keterbatasan alat berat, kerusakan infrastruktur yang luas, serta cuaca ekstrem memperlambat pembukaan akses.

Akibatnya, warga kerap mengambil risiko tinggi, berjalan kaki berkilo-kilometer atau menandu pasien, demi menyelamatkan nyawa.

Baca Juga  Nasib Pilu Poliman Lumbantobing, Dapati Istri dan Tiga Anaknya Tanpa Nafas Akibat Bencana Longsor

Dari Desa Kem menuju Desa Buntul di Kecamatan Permata, jalur pendakian menjadi lintasan darurat.

Lumpur, bebatuan, dan jurang mengapit perjalanan.

Di jalur inilah, warga bergotong royong memastikan ibu hamil itu dapat menggapai layanan medis. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini