Meski kedua awak helikopter berhasil diselamatkan dalam operasi evakuasi, Trump menegaskan Amerika Serikat perlu memberikan respons atas insiden tersebut.
Sebagai balasan atas serangan AS, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Laporan awal menyebut sasaran berada di Bahrain, Yordania, dan wilayah lain yang menjadi lokasi penempatan pasukan AS. Beberapa serangan dilaporkan berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara negara-negara sekutu Amerika.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan negaranya tidak akan membiarkan serangan terhadap wilayah Iran tanpa balasan.
Dalam pernyataannya, Araghchi memperingatkan bahwa setiap ancaman terhadap Iran akan mendapatkan respons yang setimpal.
Meski situasi kembali memanas, pemerintahan Trump menegaskan bahwa serangan terbaru tidak dimaksudkan untuk memicu perang besar dengan Iran.
Gedung Putih masih menyatakan komitmennya untuk melanjutkan jalur diplomasi guna mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah upaya negosiasi yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran.
Namun, saling serang dalam beberapa hari terakhir menimbulkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah, termasuk keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi energi terpenting dunia.
Pengamat menilai eskalasi terbaru berpotensi mempengaruhi pasar energi global serta memperumit proses diplomasi yang selama ini diupayakan berbagai pihak untuk meredakan konflik antara kedua negara. (A08/bbc)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini